Berita

Festival Kopi Nusantara dan Tembakau ke-8 Ditutup Bupati Bondowoso: Menegaskan Identitas Budaya dan Mendorong Pemulihan Ekonomi Lokal

0
×

Festival Kopi Nusantara dan Tembakau ke-8 Ditutup Bupati Bondowoso: Menegaskan Identitas Budaya dan Mendorong Pemulihan Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Festival Kopi Nusantara dan Tembakau ke-8 Ditutup Bupati Bondowoso: Menegaskan Identitas Budaya dan Mendorong Pemulihan Ekonomi Lokal

 

BONDOWOSO – Kabarnusa24.com

Festival Kopi Nusantara dan Tembakau ke-8 tahun 2025 ditutup secara resmi oleh Bupati Bondowoso, Kh. Abdul Hamid Wahid, dalam Sambutannya menyampaikan  di Alun-Alun Raden Bagus Asra pada Sabtu (6 September 2025). Acara ini menegaskan peran kopi Arabika Java Ijen Raung, Hyang Argopuro, dan tembakau Bondowoso bukan hanya sebagai komoditas, melainkan sebagai identitas budaya dan penopang ekonomi masyarakat setempat .Tuturnya

Dalam Festival ini, Lanjut Bupati, merupakan bentuk penghargaan dan kebanggaan terhadap produk unggulan daerah yang telah mendunia. Bupati Berharap acara tersebut membuka peluang bagi petani dan pelaku usaha untuk membawa produk Bondowoso ke pasar global .Ungkapnya

Bupati mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan festival. Ia berharap agar event ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan menjadi Roda pembangunan ekonomi daerah, memperkuat kesejahteraan petani, dan mendongkrak sektor pariwisata Bondowoso Tentunya.

Capai Puluhan Miliar Kontrak ekspor,
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Hendri Widotono, melaporkan hasil positif dari forum business matching festival. Tercapai kontrak dagang kopi sebanyak 60 ton dengan nilai mencapai Rp 7,8 miliar

Pada akhir sambutannya, Kepala Dinas Pertanian juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, Bank Indonesia, Bank Jatim, Forkopimda, berbagai OPD, dan pelaku usaha atas dukungannya. Ia berharap kolaborasi ini membawa kebaikan bagi petani dan semakin memperkenalkan Bondowoso sebagai pusat kopi dan tembakau unggulan .Ujarnya

(Ilham Ilyas)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin