Indramayu, Kabarnusa24.com
Proyek pembangunan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap dua tahun anggaran 2025 di Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, kabupaten indramayu Jawabarat, menuai sorotan publik. Pasalnya, hasil pantauan media di lapangan memperlihatkan kondisi beton yang baru sehari selesai dikerjakan sudah mengalami retak-retak memanjang. Bahkan, terlihat jelas beton masih dalam kondisi basah dan belum mengering sempurna.
Ketika dikonfirmasi, 30/9/2025. Kuwu Desa Sukasari, Waskadi, membenarkan adanya retakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa bahan material didapatkan sesuai dengan pesanan dan anggaran.
“Redimik kita pesan yang K 225, adapun retak ya maaf bukan dipola dengan sengaja. Ora usah di gede-gedeaken/dibesar besarkan, kalau memang ada aduan warga saya silakan sebut namanya yang jelas, jangan dibuat-buat. Beton yang kita pakai sesuai dengan anggaran,” ujarnya.
Selain itu, ketika ditanya soal papan informasi proyek, Waskadi menyebutkan bahwa pemasangan baru akan dilakukan keesokan harinya. Padahal, sebagaimana aturan, papan informasi seharusnya dipasang sejak awal pekerjaan dimulai agar transparansi penggunaan anggaran bisa diketahui masyarakat.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan proyek rabat beton tersebut. Warga berharap agar pihak terkait, termasuk Inspektorat Kabupaten Indramayu, turun tangan melakukan pengawasan lebih ketat demi memastikan kualitas pembangunan sesuai spesifikasi teknis dan tidak merugikan masyarakat.
(MT Jahol)







