Oleh : Sutriachol Haris. Lc
Kabarnusa24.com,- Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa diumumkannya TSK Kuota Haji hanya soal waktu saja. Dikutip dari Republika co.id pada Senin (6/10/25).
KPK telah memainkan waktu dengan kalimat segera, Artinya mengandung makna bahwa kata segera nya bagi KPK sama dengan masuk tiga bulan terhitung Agustus, September dan kini masuk Oktober. Tinggal jadi empat bulan saja genapin.
Analogi nya bahwa masa kandungan atau kehamilan empat bulan dalam islam ialah esensial momentum, yakni momen penting karena malaikat diperintahkan selain meniupkan ruh dalam janin juga diperintahkan agar malaikat mencatat empat hal : nasib, rezeki, amal dan ajal.
Sebagaimana bagi KPK akan umumkan perihal dugaan tersangka kasus Kuota Haji beredar di Running Teks TV Swasta akan masuk ke empat bulan jalan.
KPK bersenda gurau dengan waktu memainkan permainan bak sandiwara drakor, sehingga hal ini akan menentukan sejarah bagi bangsa, baik buruk nya bagi aparat penegak hukum secara logis. Karena waktu adalah peranan yang sangat penting bagi sebuah perjalanan sejarah dan peradaban rezeki hidup atau nasib mati nya Aparat Penegak Hukum seperti KPK.
Perjalanan nasib waktu akan memotong seperti tajamnya mata pisau. Bila KPK tak mampu menebas maka waktulah yang akan bicara dengan tajamnya melebihi tajam mata pisau itu sendiri yang telah diasah.
Dalam frasa bila engkau tak bisa menebasnya maka engkau yang akan ditebas.
Ketika Tuhan dalam Undang – Undang nya berapa banyak mencam kan akan problem tentang “waktu” bahkan Tuhan tak sedikit bersumpah “demi waktu”.
Hai KPK jangan sampai kasus Kuota Haji ini masuk ke empat bulan nya artinya ketika ajal dan kata nasib di pertaruhkan. Amal bakti dan rezeki akan nafas bagi KPK menjadi taruhan. Jangan – jangan KPK akan ketemu ajal nya dan boleh jadi mati berdiri hanya gara – gara kasus Kuota Haji.
KPK telah membohongi rakyat dan bangsa ini. Bagaimana tidak kata “segera akan diumumkan” ini di mainkan mencederai nalar intelektual dan nilai akademik, dalam kamus bahasa, kata segera idealnya seirama dengan makna.
Kerugian bagi KPK ketika kasus Kuota Haji yang tak mudah ini untuk mestinya “tartib” dapat diungkap KPK bukan mengulur waktu bila tak ingin tergilas.
Ingat ketika “Almunafikun” dijelaskan: Bilamana orang – orang munafik datang kepadamu mereka berkata kami mengakui. Bahwa sungguh muhammad adalah rasul Allah. Dan Allah telah mengakui bahwa Muhammad benar – benar rasulNya. Dan Allah menyaksikan bahwa orang – orang munafik itu adalah benar – benar pendusta.
UU langit diatas tersurat menyiratkan akan kah KPK bakal menjadi lembaga yang omon – omon. Atau kah KPK akan mati sejenak lalu hidup lagi setelah masa Pilpres sejalan bersamaan Presiden yang baru? KPK, nyalimu dan gigimu ditunggu gasspool oleh rakyat soal kasus Kuota Haji.
Darah akan jadi merah dan tulang pun putih ketika sejatinya sifat merah putih itu menjadi fisik lahir bathin untuk awal dan akhir hidup semata NKRI di dalam sumpah demi waktu.
Sungguh semua merugi bangsa dan rakyat ini ketika hanya dasar modal beriman namun semuanya bergelar omon – omon doang.
(Red)







