Daerah

Komsos Dengan Aparat Pemerintah , Wilayah Kodim 0821 Lumajang 

7
×

Komsos Dengan Aparat Pemerintah , Wilayah Kodim 0821 Lumajang 

Sebarkan artikel ini
Komsos Dengan Aparat Pemerintah , Wilayah Kodim 0821 Lumajang 
oplus_1026

Komsos Dengan Aparat Pemerintah , Wilayah Kodim 0821 Lumajang

 

Lumajang,kabarnusa24.Com.Jumat,24/10/2025 Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.AP menegaskan bahwa “Nasionalisme dan kebersamaan merupakan energi strategis dalam pembangunan daerah dan penguatan ketahanan sosial, saat Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Aparatur Pemerintah Tahun Anggaran 2025 di Makodim 0821. Kamis (23 /10/ 2025)

Letkol Anton mengajak aparatur pemerintah dan masyarakat Lumajang menjadikan semangat kebersamaan serta nasionalisme sebagai dasar bekerja, berinovasi, dan mengabdi

“Mari kita rawat Indonesia dari Lumajang, dengan kebersamaan, cinta tanah air, dan semangat gotong royong. Itulah energi sejati dalam membangun bangsa,” tegas Anton

Menurutnya, pembangunan daerah akan efektif jika berfondasi pada solidaritas sosial yang kokoh. Kebersamaan mendorong stabilitas wilayah, ketahanan masyarakat, dan keberhasilan program pembangunan, mulai ketahanan pangan hingga pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Setiap proyek pembangunan, kebijakan pemerintah, dan kegiatan masyarakat harus didukung semangat gotong royong. Tanpa kolaborasi, upaya akan terfragmentasi dan dampaknya tidak maksimal,” jelasnya.

Ia menegaskan nasionalisme adalah energi moral yang menjaga integritas bangsa. Cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata: disiplin, jujur, peduli lingkungan, dan menjaga persatuan.

Dandim menilai gotong royong dan kebersamaan menjadi tameng menghadapi tantangan sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Dalam situasi dinamis, masyarakat bersatu lebih tangguh menghadapi bencana dan konflik sosial.

“Stabilitas sosial bukan tanggung jawab TNI atau pemerintah semata. Masyarakat yang sadar peran dan tanggung jawabnya adalah garda pertama menjaga keamanan dan ketahanan daerah,” lanjutnya.

Letkol Anton mengajak aparatur pemerintah meneladani semangat nasionalisme dalam pengabdian. Menurutnya, kebijakan publik yang lahir dari kolaborasi dan cinta tanah air akan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

“Kita membangun bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk generasi mendatang. Nasionalisme sejati berarti menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, aparat keamanan, dan masyarakat sebagai implementasi nilai kebersamaan untuk pembangunan berkelanjutan.

Dandim menegaskan energi kebangsaan dari cinta tanah air dan gotong royong menjadi pondasi kuat memajukan Lumajang. Nilai tersebut memperkuat stabilitas sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.

“Ketika rakyat bersatu, setiap tantangan akan mudah diatasi. Masalah sosial atau kesenjangan ekonomi bisa ditangani lebih cepat melalui kebersamaan,” tambahnya

Ia menekankan penguatan nasionalisme harus dimulai dari hal sederhana seperti menghormati hukum, menjaga fasilitas publik, membantu tetangga, dan aktif dalam kegiatan sosial.

“Semangat kebersamaan bukan slogan, tetapi praktik nyata. Dari desa, dari lingkungan terkecil, kita bisa memulai perubahan yang berdampak luas,” ujarnya.

Letkol Anton menilai Lumajang berpotensi menjadi contoh daerah yang berhasil menerapkan pembangunan berbasis kebersamaan dan nilai kebangsaan.

“Kebersamaan dan nasionalisme adalah fondasi pembangunan yang tahan lama. Infrastruktur akan sia-sia tanpa dukungan moral dan solidaritas masyarakat,” pungkasnya.

Ia menambahkan TNI hadir bukan untuk mengambil alih peran pemerintah, tetapi memperkuat sinergi dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat.

Dandim 0821 berharap pesan ini menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap warga memiliki peran menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan mendorong kemajuan daerah.

“Bangsa ini dibangun dari semangat kebersamaan dan cinta tanah air. Jika kita rawat dari Lumajang, energi itu akan mengalir ke seluruh Indonesia,” tutupnya

Pembangunan koperasi merah putih yang di danai Danantara ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Koperasi menjadi wadah gotong royong modern yang mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesejahteraan bersama,” ujar Anton

Ia menambahkan, keberadaan 80.000 gerai Koperasi Merah Putih yang dibangun secara nasional diharapkan dapat menjadi penggerak utama roda ekonomi lokal, terutama di sektor perdagangan dan penyediaan kebutuhan pokok masyarakat desa.

“Kita harapkan melalui gerakan ini, potensi ekonomi desa dapat lebih produktif, rantai pasok menjadi lebih efisien, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” imbuhnya.((D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin