SIBOLGA, —Kabarnusa24.com)Pimpinan DPRD Kota Sibolga, H. Jamil Zep Tumori, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kota Sibolga yang hingga hari ini telah memasuki hari ke-20 pascabencana.
Menurutnya, ribuan warga terdampak, khususnya masyarakat Ono Niha (Nias), masih berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tidak hanya kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, tetapi juga terdapat korban meninggal dunia serta warga yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
“Di lapangan kami menemukan fakta menyedihkan. Ada pengungsi yang bertahan hidup dengan makan kelapa selama tiga hari, dalam kondisi kelaparan dan kedinginan,” ujar H. Jamil Zep Tumori, Senin (15/12/2025).
Namun yang disesalkan, hingga memasuki hari ke-20 bencana, tidak terlihat kepedulian maupun bantuan dari para pemimpin di Kepulauan Nias, baik Bupati, Wali Kota, Wakil Kepala Daerah, maupun tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan ekonomi besar di Pulau Nias.
“Ironisnya, bantuan justru datang dari pemerintah kabupaten dan kota se-Indonesia. Mereka menanyakan kabar dan mengirimkan bantuan. Sementara saudara sendiri, yang kampung halamannya Kepulauan Nias, tidak pernah terdengar kabarnya,” tegasnya.
Ia mempertanyakan makna persaudaraan sesama Ono Niha jika penderitaan masyarakat dibiarkan tanpa perhatian.
“Apakah ini wujud persaudaraan kita? Masyarakat kehilangan rumah, harta benda hancur, perkebunan ludes, akses dari pegunungan terputus, namun tidak ada empati dari pemimpin Kepulauan Nias,” katanya.
H. Jamil Zep Tumori berharap nurani dan kepedulian para pemimpin serta tokoh masyarakat di Kepulauan Nias dapat segera tergerak untuk membantu sesama saudara yang saat ini tengah mengalami penderitaan berat akibat bencana,tutupnya mengahiri.
(Hasanuddingulo)







