DaerahPeristiwa

Diduga Pungli Dana PIP, Orang Tua Murid SDN 2 Gadingan Angkat Bicara, Guru Bantah Lakukan Pemotongan

19
×

Diduga Pungli Dana PIP, Orang Tua Murid SDN 2 Gadingan Angkat Bicara, Guru Bantah Lakukan Pemotongan

Sebarkan artikel ini
Diduga Pungli Dana PIP, Orang Tua Murid SDN 2 Gadingan Angkat Bicara, Guru Bantah Lakukan Pemotongan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Dugaan praktik pungutan liar (pungli) Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di SD Negeri 2 Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Sejumlah orang tua murid mengaku diminta menyerahkan sejumlah uang usai pencairan dana PIP oleh oknum guru di sekolah tersebut.

Menurut keterangan salah satu orang tua murid yang disampaikan melalui sambungan telepon, setelah dana PIP dicairkan, pihak guru meminta setoran dengan nominal bervariasi. “Ada yang diminta Rp30 ribu dan Rp50 ribu, tapi kebanyakan Rp50 ribu,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa buku tabungan beserta kartu ATM PIP siswa disimpan oleh pihak guru. “Kami tidak memberikannya dengan ikhlas, tapi seolah diharuskan setor ke guru,” lanjutnya.

Orang tua murid merasa berada dalam posisi terpaksa karena khawatir berdampak pada anak mereka.

Namun, tudingan tersebut dibantah oleh pihak guru.

Dalam rekaman suara yang beredar, seorang guru menyatakan tidak pernah meminta ataupun memotong dana PIP milik siswa.

“Saya tidak pernah meminta pengambilan atau pemotongan PIP. Kalau ada yang memberi, itu seikhlasnya. Ada yang kasih rokok, ada yang kasih uang, tapi saya tidak meminta,” ujarnya.

Situasi ini memunculkan saling klaim antara orang tua murid dan pihak guru, masing-masing merasa benar dan membantah tudingan yang diarahkan kepadanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu terkait dugaan tersebut.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari pihak berwenang agar kejelasan dan transparansi pengelolaan dana PIP dapat terjamin, sekaligus melindungi hak-hak siswa penerima bantuan pendidikan.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin