BANDUNG – Peresmian gedung baru SMK Negeri 1 Arjasari menjadi tonggak sejarah baru bagi penguatan pendidikan vokasi di Kabupaten Bandung. Fasilitas baru ini diharapkan menjadi katalisator dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Humaira Zahrotun Noor, menyatakan bahwa sejarah panjang SMKN 1 Arjasari merupakan alasan fundamental mengapa sekolah ini layak mendapatkan fasilitas pendidikan yang representatif. Menurutnya, pemenuhan infrastruktur adalah bentuk nyata dukungan terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Komitmen dan Sinergi Kewilayahan
Humaira menegaskan bahwa langkah ini tidak akan berhenti pada pembangunan fisik saja. Ia berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor di wilayah Arjasari.
- Pemetaan Kebutuhan: Berencana menjalin komunikasi intensif dengan Camat Arjasari untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak di tingkat kecamatan.
- Fokus Pendidikan: Menjadikan pengembangan kualitas pendidikan dan peningkatan kapasitas SDM sebagai prioritas utama dalam agenda kerja kewilayahan.
Menjaga Keberlanjutan Tenaga Pendidik
Selain infrastruktur, Humaira menaruh perhatian besar pada stabilitas tenaga pengajar. Ia memberikan pesan khusus kepada para guru, terutama yang telah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
”Kami berharap para guru PPPK tetap mengabdi di SMKN 1 Arjasari dan tidak berpindah tugas. Konsistensi tenaga pendidik sangat krusial agar proses pembinaan siswa berjalan berkelanjutan demi mencetak lulusan yang unggul,” ujar Humaira.
Investasi Strategis untuk Masa Depan
Bagi Fraksi PKB, pengembangan SMK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan industri, teknologi, dan potensi lokal. Gedung baru ini dipandang sebagai:
- Ruang Inovasi: Wadah bagi siswa untuk mengasah kreativitas dan keterampilan praktis.
- Pusat Karakter: Tempat pembentukan integritas dan akhlak mulia siswa.
- Simbol Kemajuan: Bukti komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan vokasi di Jawa Barat.
Humaira optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, fasilitas yang memadai, dan dedikasi guru, SMKN 1 Arjasari akan mampu melahirkan lulusan mandiri yang siap berkontribusi dalam menyongsong visi Indonesia Emas.







