Pengukuhan Barisan Santri Milenial, Abdul Khozin Tegaskan Bukan Tunggangan Partai Politik
Lumajang,kabarnusa24.Com.Senin,9/3/2026. – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Khozin atau yang akrab disapa Gus Khojin, menghadiri sekaligus mengukuhkan Barisan Santri Milenial dalam sebuah kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda pesantren dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pembangunan masyarakat.Acara ini berlangsung di hotel prima,jalan Sukarno/Hatta, kecamatan Sukodono.Dihadiri 320 peserta dari berbagai kordes ,korcam santri se-kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya, Gus Khojin menegaskan bahwa Barisan Santri Milenial merupakan wadah bagi para santri muda untuk berkontribusi positif di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa keberadaan organisasi tersebut tidak boleh dijadikan sebagai alat kepentingan politik praktis oleh pihak manapun.
“Barisan Santri Milenial ini hadir sebagai gerakan moral dan sosial para santri muda. Mereka harus tetap independen, tidak menjadi tunggangan partai politik, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa,” tegas Gus Khojin di hadapan para peserta pengukuhan.
Menurutnya, santri milenial memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perubahan di era modern. Dengan bekal nilai-nilai pesantren seperti kejujuran, toleransi, dan semangat kebangsaan, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan keindonesiaan.
Gus Khojin juga mengajak para santri milenial untuk aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para santri dalam mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan-persoalan masyarakat.
Sementara itu, pengukuhan Barisan Santri Milenial disambut antusias oleh para peserta yang berasal dari berbagai kalangan santri dan pemuda pesantren. Mereka berkomitmen menjadikan organisasi tersebut sebagai gerakan positif yang fokus pada penguatan karakter, pengabdian kepada masyarakat, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Barisan Santri Milenial mampu menjadi kekuatan baru generasi muda pesantren yang mandiri, berintegritas, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa tanpa terjebak dalam kepentingan politik praktis.(D. S)







