Daerah

HUT ke-66 PMII: PMII Kota Bandung Soroti Jaminan Kesehatan Pekerja Informal

18
×

HUT ke-66 PMII: PMII Kota Bandung Soroti Jaminan Kesehatan Pekerja Informal

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Memperingati Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ke-66, Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Bandung menggelar agenda Simposium Kaderisasi dan Konsolidasi Gerakan.

Momen refleksi ini digunakan sebagai ajang evaluasi sekaligus penyusunan strategi organisasi dalam menjawab persoalan kerakyatan di Kota Bandung.

​Ketua Cabang PMII Kota Bandung, Wahyu Pratama, menyatakan bahwa simposium ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) yang akan mempertemukan seluruh pengurus PMII se-Indonesia. “Kami ingin membawa usulan ide dan strategi perbaikan organisasi dari Bandung untuk ditawarkan di forum nasional nanti,” ujarnya dalam sesi wawancara

​Selain urusan internal, PMII Kota Bandung memberikan sorotan tajam terhadap isu kesejahteraan masyarakat, khususnya mengenai jaminan sosial kesehatan bagi pekerja informal.

​Berdasarkan hasil riset dan dialog lapangan, PMII menemukan bahwa banyak pelaku ekonomi kecil di Kota Bandung yang belum memiliki perlindungan kesehatan yang memadai:

​Kelompok Rentan: Pekerja informal seperti pedagang cuanki, ojek, dan pelaku ekonomi kecil lainnya dinilai belum mendapatkan perhatian serius terkait jaminan sosial (seperti BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan).

​Kritik terhadap Anggaran: PMII menyayangkan argumen pemerintah yang seringkali berdalih pada keterbatasan postur anggaran untuk memfasilitasi kebutuhan fundamental ini.

​Mandat Konstitusi: Sesuai dengan tema diskusi “Mandat Keberpihakan Mustad’afin”, PMII menegaskan bahwa negara berkewajiban menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat tanpa memandang status pekerjaan.

​Dalam upaya mendorong kebijakan tersebut, PMII Kota Bandung akan memaksimalkan potensi alumni (senior) yang kini tersebar di berbagai ruang strategis, baik di ranah eksekutif maupun legislatif.

​”Banyak alumni kami yang berada di posisi pengambil kebijakan. Ini adalah modalitas organisasi untuk mengonsolidasikan perjuangan demi kepentingan rakyat,” tambah Wahyu.

​Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 April 2026 di Aula PCNU Kota Bandung ini menghadirkan narasumber berkompeten seperti Fajar Muhammad Afrijal, Taufik Nurrohim, S.Psi, dan KH. Wahyul Afif Alghofiqi. Melalui rangkaian harlah ini, PMII Kota Bandung berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan publik agar lebih berpihak pada masyarakat kecil.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin