Indramayu, Kabarnusa24.com
Perum Bulog akan memanfaatkan jutaan lembar karung beras stok lama bertuliskan “Expired 2024” untuk mempercepat proses distribusi beras kepada masyarakat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi di tengah tingginya harga bahan baku plastik serta masih melimpahnya persediaan kemasan tahun 2023–2024.
Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, menegaskan bahwa penggunaan karung lama tersebut tidak berkaitan dengan kualitas beras yang disalurkan. Ia memastikan, beras yang didistribusikan tetap merupakan produksi terbaru dan layak konsumsi.
“Jangan salah paham, tulisan expired 2024 itu bukan pada berasnya, melainkan pada kemasannya yang merupakan stok lama,” ujar Prihasto, Kamis (23/4/2026).
Sebagai langkah antisipasi agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat, Bulog berencana menambahkan stiker atau label penjelasan pada karung tersebut.
Kebijakan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dengan demikian, pemanfaatan kemasan lama diharapkan dapat menghindari hambatan distribusi sekaligus menekan potensi pemborosan.
Bulog memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Penggunaan karung lama dinilai sebagai solusi praktis agar distribusi tidak terhambat, tanpa mengurangi kualitas produk yang diterima masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh oleh tulisan pada kemasan dan tetap memahami bahwa isi beras yang disalurkan adalah beras baru dengan mutu terjamin.






