Daerah

DPR RI–BRIN Dorong Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Jadi Produk Bernilai

18
×

DPR RI–BRIN Dorong Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Jadi Produk Bernilai

Sebarkan artikel ini
DPR RI–BRIN Dorong Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Jadi Produk Bernilai
oplus_2

DPR RI–BRIN Dorong Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas Jadi Produk Bernilai

 

Lumajang, Kabarnusa24.com — Anggota DPR RI, Purnamasidi, menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pelatihan pengolahan limbah kulit nanas yang digelar di Aston Inn Lumajang, Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Lumajang, Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Purnamasidi menegaskan pentingnya keseriusan peserta dalam menindaklanjuti pelatihan yang telah diberikan. Ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas seremonial, melainkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Pelatihan ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya dianggap selesai di forum, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata,” ujar Purnamasidi.

 

Ia juga mendorong peserta untuk membentuk kelompok kerja sebagai langkah awal pengembangan usaha berbasis hasil pelatihan. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

 

Sementara itu, narasumber dari BRIN, Raden Cecep Erwan, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa limbah nanas memiliki potensi ekonomi yang besar jika diolah dengan tepat. Salah satu pemanfaatannya adalah mengolah kulit nanas menjadi produk nata de pina, sejenis pangan fermentasi yang memiliki nilai jual.

 

Cecep memaparkan bahwa proses pembuatan nata de pina dari kulit nanas relatif sederhana, dimulai dari pengambilan sari kulit nanas, kemudian difermentasi menggunakan bakteri tertentu hingga membentuk lapisan gel yang dapat diolah menjadi produk konsumsi.

 

Selain itu, ia juga menyebut bagian tengah atau jantung nanas dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan seperti es krim. Kulit nanas sendiri mengandung enzim bromelain yang bermanfaat untuk membantu melunakkan daging, serupa dengan enzim yang terdapat pada pepaya.

 

“Selama ini limbah sering dianggap tidak bernilai. Padahal, jika diolah dengan baik, bisa menjadi produk yang memiliki daya jual dan membuka peluang usaha baru,” kata Cecep.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian di daerah. (D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin