DaerahKriminal

KRYD Polsek Kedokanbunder Sasar Premanisme dan Miras, Puluhan Botol Diamankan

10
×

KRYD Polsek Kedokanbunder Sasar Premanisme dan Miras, Puluhan Botol Diamankan

Sebarkan artikel ini
KRYD Polsek Kedokanbunder Sasar Premanisme dan Miras, Puluhan Botol Diamankan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Dalam upaya menekan angka kriminalitas dan menjaga kondusivitas wilayah, Polsek Kedokanbunder Polres Indramayu menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) skala besar pada Sabtu malam (16/5/2026).

Kegiatan patroli dimulai pukul 21.30 WIB hingga selesai dengan menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti kepemilikan senjata api (senpi), senjata tajam (sajam), bahan peledak (handak), aksi premanisme, peredaran narkotika, perkelahian remaja, hingga konvoi kelompok bermotor yang meresahkan masyarakat.

Patroli dipimpin langsung Kapolsek Kedokanbunder Ipda Eryana bersama personel gabungan dengan menyisir sejumlah titik rawan dan objek vital. Lokasi yang menjadi sasaran di antaranya kawasan Pertamina Desa Kedokan Agung, area perbankan, sekitar lapangan sepak bola Desa Kedokanbunder, jalur perbatasan Gopala hingga Desa Jayalaksana, serta perempatan Desa Cangkingan.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 22 botol minuman keras (miras) berbagai merek dari sebuah warung milik warga berinisial I (45) di Blok Pintu Kalikapur, Desa Kedokan Agung.

“Kami mengamankan sedikitnya 22 botol miras berbagai merek dari tangan pedagang. Langkah ini dilakukan karena miras kerap menjadi pemicu terjadinya tawuran, gesekan antarwarga, maupun tindak kriminalitas jalanan,” ujar Ipda Eryana, Senin (18/5/2026).

Selain itu, polisi juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas sekelompok anak muda yang nongkrong hingga larut malam di wilayah Desa Kedokan Agung. Petugas kemudian membubarkan kerumunan tersebut secara persuasif dan humanis untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, hasil patroli menunjukkan tidak ditemukan adanya aktivitas prostitusi, peredaran petasan, maupun kendaraan bermotor tanpa dokumen resmi.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin