Opini

Ahli Gizi dan Ahli Gaza Keduanya Tak Mustahil di Surga

18
×

Ahli Gizi dan Ahli Gaza Keduanya Tak Mustahil di Surga

Sebarkan artikel ini
Ahli Gizi dan Ahli Gaza Keduanya Tak Mustahil di Surga

Oleh : Sutriachol Haris. L.C.

Kabarnusa24.com,– Ketika gizi nasional menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui program mulianya yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka melawan stunting dimana seluruh penerima manfaat akan menjadi harapan bangsa yang lebih cerdas dan unggul sehingga tepat waktu Indonesia Emas jadi harapan dan tumpuan hamparan impian.

Ketika itu pula sejarah Israel dan Mesir di tahun 1973 persis kala hari itu hari suci bagi umat Yahudi atau dikenal dengan Yom Kippur. Perang Mesir dan Israel dimana Amerika Serikat sebagai pendukung tunggalnya bagi Israel dimana Alhamdulillah perang tersebut diselesaikan melalui genjatan senjata ditengahi PBB.

Hari ini yang bernama Ahli Gaza itu terus melawan dan mempertahankan Kemerdekaan kedaulatan Gaza dan kebebasan sebagai negara Palestina yang merdeka. Penjajahan itu terus membanjiri darah para syuhada dimana konflik hal itu dimulai sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Di tanah Air negeri kita NKRI amatlah makmur dimana seluruh bumi dan lahannya yang amat subur namun masih saja stunting berada dimana-mana. Maka Makan Bergizi Gratis (MBG) ini menjadi gagasan terdepan Pemerintah saat ini dimana Ahli Gizi dan penggerak lainnya bersatu padan demi wujudkan hamparan makan gizi dan sehat bagi anak bangsa atau dimana dikenal dengan MBG.

Definisi Ahli Gizi sebagai tenaga profesional meramu setiap apa yang bakal diolah disajikan sesuai dengan potensi lokal yang ada. Mereka bersama tenaga lainnya bersinergi demi wujudkan titah Pemerintah sehingga manfaatnya amatlah dirasakan bergizi sehat dan baik lagi menyenangkan bagi para penerima manfaatnya.

Sedangkan Ahli Gaza adalah dimana Pemerintah bersuara keras menyuarakan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina seutuhnya tanpa ada gangguan apapun dari negara manapun sehingga palestina dan Israel dimana para Ahli Gaza berdiri disana paling depan dan sejatinya dua negara dapat hidup saling berdampingan satu sama lain.

Manakala Pemerintah memperioritaskan dimana gizi prioritas untuk anak bangsa dan disana ada Gaza juga harus merdeka. Maka ketika dua hal ini telah nyata menjadi gagasan diplomasi utama domestik dan internasional bagi Pemerintah disanalah akan ada jaminan bahwa tak mustahil dalam dua genggaman itu maka sewajarnya surga hadiah ilahinya. Kita fahami ada trilogi disana yakni siapapun akan nemu suka atau tak suka bakalan hadir alam kematian, prahara padang mahsyar serta surga atau neraka. Disini kesempatan kita, negara dan pemerintah selalu berbenah.

Ahli Gaza acapkali kita saksikan seringnya kelaparan namun Ahli Gizi untuk MBG menyiapakan makanan untuk tingkatkan gizi demi lahirnya kualitas SDM yang lebih unggul secara lahir fisik mental dan batin.

Wahai makanan gizi untuk Indonesia dan duhai makanan dimana ahli gaza pun tak boleh lapar. Semoga Indonesia hadir bagi keduanya disaat mereka keduanya membutuhkan uluran bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah melobi kemana – mana.

Dari gizi anak Indonesia emas untuk Gaza dan dari Gaza tersinyalir harapan baik bagi umat. Wallahu A’lam

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin