Berita

Dulu Berjuang di Tengah Hujan untuk Kemenangan, Kini Masyarakat Nias Tagih Janji Politik Bupati Tapanuli Tengah

15
×

Dulu Berjuang di Tengah Hujan untuk Kemenangan, Kini Masyarakat Nias Tagih Janji Politik Bupati Tapanuli Tengah

Sebarkan artikel ini
Dulu Berjuang di Tengah Hujan untuk Kemenangan, Kini Masyarakat Nias Tagih Janji Politik Bupati Tapanuli Tengah

TAPANULI TENGAH, 11 Juni 2026 –Kabarnusa24.com)Kekecewaan mulai disuarakan oleh sejumlah masyarakat Nias yang berdomisili di Kabupaten Tapanuli Tengah terhadap kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah. Mereka menilai berbagai harapan yang dahulu dijanjikan saat Pilkada belum terlihat nyata setelah lebih dari satu tahun masa kepemimpinan berjalan.

 

Masyarakat Nias mengingat bagaimana mereka ikut berjuang dan memberikan dukungan penuh saat proses politik berlangsung. Bahkan dalam berbagai kegiatan kampanye, hujan deras tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hadir dan memberikan dukungan kepada pasangan yang saat itu menawarkan perubahan bagi Kabupaten Tapanuli Tengah.

 

Salah seorang tokoh masyarakat Nias yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa karena sejumlah janji politik yang dahulu disampaikan hingga kini belum dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

 

“Dulu kami berdiri di bawah hujan, ikut berjuang dan memberikan dukungan karena percaya akan ada perubahan. Tapi sekarang masyarakat mulai bertanya, mana janji yang dulu disampaikan kepada kami? Sampai hari ini banyak yang belum terlihat hasilnya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

 

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan janji baru atau pidato yang berulang-ulang. Yang dibutuhkan adalah program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana dan kelompok ekonomi lemah.

 

Kekecewaan tersebut semakin menguat setelah pidato Bupati dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah yang menyinggung persoalan kemiskinan dengan membandingkan kondisi daerah lain.

 

“Kalau masyarakat masih miskin, jangan sibuk membandingkan dengan daerah lain. Yang rakyat tunggu adalah langkah nyata untuk mengurangi kemiskinan itu. Sudah lebih dari setahun menjabat, seharusnya sudah ada hasil yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Hal senada juga disampaikan seorang warga Nias lainnya yang menilai masyarakat saat ini mulai kehilangan kepercayaan terhadap berbagai janji yang disampaikan pemerintah daerah.

 

“Kami tidak butuh omon-omon politik. Kami butuh bukti. Banyak janji yang dulu disampaikan saat kampanye, tetapi sampai sekarang masyarakat masih menunggu realisasinya. Kalau terus hanya janji tanpa bukti, bagaimana masyarakat bisa percaya?” katanya.

 

Masyarakat juga menyoroti berbagai persoalan yang dinilai belum tertangani secara maksimal, mulai dari penanganan pascabencana, bantuan bagi masyarakat terdampak, hingga program-program yang dijanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

 

Menurut mereka, jabatan kepala daerah bukan sekadar menyampaikan pidato atau membangun citra politik, melainkan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat setiap hari.

 

“Dulu kami mendukung karena percaya. Sekarang kami menagih karena itu hak masyarakat. Pemimpin dipilih untuk bekerja, bukan untuk terus-menerus memberikan alasan. Kalau janji tidak ditepati, maka rakyat berhak mempertanyakan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Nias.

 

Masyarakat Nias di Kabupaten Tapanuli Tengah berharap pemerintah daerah segera menunjukkan langkah konkret dan terukur untuk menjawab berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan warga. Sebab, menurut mereka, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui narasi dan retorika, melainkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

(Hasanuddingulo) 

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin