BeritaDaerah

Dorong Kemandirian Ekonomi, Baznas Kabupaten Bekasi Gandeng MUI Buka Pelatihan Totok Punggung, Bekam dan Ruqiyah

4
×

Dorong Kemandirian Ekonomi, Baznas Kabupaten Bekasi Gandeng MUI Buka Pelatihan Totok Punggung, Bekam dan Ruqiyah

Sebarkan artikel ini
Dorong Kemandirian Ekonomi, Baznas Kabupaten Bekasi Gandeng MUI Buka Pelatihan Totok Punggung, Bekam dan Ruqiyah

BEKASI,– BAZNAS Kabupaten Bekasi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi secara resmi membuka Pelatihan Totok Punggung, Bekam, dan Ruqyah sebagai bagian dari program zakat produktif untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Bekasi pada Senin (27/7/2026) ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan mustahik agar memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Pelatihan diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi. Seluruh peserta merupakan rekomendasi dari MUI tingkat kecamatan maupun MUI Kabupaten Bekasi, sehingga diharapkan ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang lebih luas di lingkungan masing-masing.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si., CSEE., MCE., Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bekasi Dr. H. Royani, M.A., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi H. Abdul Aziz HN, S.T. serta Instruktur Pelatih Totok Punggung.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Abdul Aziz HN, S.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara produktif. Melalui program ini, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Si., CSEE., MCE., mengapresiasi kolaborasi yang terus terjalin antara BAZNAS dan MUI Kabupaten Bekasi. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan langkah strategis dalam menghadirkan program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan menjadi bekal dalam membangun kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bekasi, Dr. H. Royani, M.A., menjelaskan bahwa pelatihan tahun ini memiliki konsep yang lebih komprehensif dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya hanya berfokus pada pelatihan bekam, kali ini peserta memperoleh tiga materi sekaligus, yaitu totok punggung, bekam, dan ruqyah.

Pelatihan akan berlangsung selama empat hari, sehingga peserta memiliki waktu yang cukup untuk memahami teori sekaligus memperkuat kemampuan melalui praktik langsung bersama instruktur.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dasar mengenai totok punggung yang dipadukan dengan sesi praktik. Metode pembelajaran ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menguasai teknik secara langsung sebagai bekal ketika memberikan layanan kepada masyarakat.

Program pelatihan ini merupakan salah satu implementasi zakat produktif yang dikembangkan BAZNAS Kabupaten Bekasi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu membuka usaha secara mandiri, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Melalui sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bekasi dan MUI Kabupaten Bekasi, program pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Pemanfaatan dana zakat secara produktif tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menghadirkan dampak berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

 

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin