Kabarnusa24.com,|| Lampung Utara – Dalam rangka mencari dan meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, sejumlah wartawan melakukan konfirmasi ke SMAN 2 Kotabumi (SMANDA Prokimal), Kabupaten Lampung Utara, Kamis (18/6/2026).
Saat tiba di sekolah, kepala sekolah diketahui sedang tidak berada di tempat. Wartawan kemudian diterima dan diberikan keterangan oleh panitia penerimaan murid baru.
Panitia SPMB, Imam S., menjelaskan bahwa proses penerimaan murid baru telah berlangsung sejak Senin, 15 Juni 2026, dan akan ditutup pada Jumat, 19 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.
“Pendaftaran sudah berlangsung sejak tanggal 15 Juni dan akan ditutup besok Jumat pukul 15.00 WIB. Adapun kuota siswa yang diterima tahun ini sebanyak 360 orang,” ujar Imam.
Diketahui, SMAN 2 Kotabumi mengikuti sistem SPMB tingkat Provinsi Lampung yang dilaksanakan secara daring melalui portal resmi Pemerintah Provinsi Lampung. Jalur penerimaan meliputi jalur Domisili, Afirmasi, Mutasi, Prestasi Akademik, dan Prestasi Non-Akademik.
Panitia juga menjelaskan bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya karena dibiayai melalui dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP). Calon peserta didik diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen seperti Surat Keterangan Lulus (SKL), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, nilai rapor SMP bagi jalur prestasi, serta dokumen pendukung lainnya sesuai jalur pendaftaran.
SMAN 2 Kotabumi yang berstatus sekolah negeri ini berlokasi di Km 15 Jalan Ketapang, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara. Sekolah tersebut dikenal telah melahirkan banyak alumni berprestasi yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk kalangan pejabat dan aparat negara.
Namun, setelah proses konfirmasi selesai dan wartawan hendak meninggalkan lokasi, terjadi insiden yang dinilai kurang menyenangkan. Salah seorang yang berada di lingkungan sekolah diduga melontarkan ucapan yang menyebut wartawan sebagai “wartawan abal-abal”.
Merasa keberatan dengan ucapan tersebut, wartawan berupaya melakukan konfirmasi untuk mengetahui siapa yang mengeluarkan pernyataan tersebut. Akan tetapi, tidak ada pihak yang mengakui. Menurut keterangan yang diperoleh di lokasi, salah satu yang diduga mengucapkan pernyataan tersebut adalah seorang petugas keamanan (satpam), sementara seorang lainnya merupakan panitia penerimaan murid baru.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah terkait dugaan ucapan yang dianggap merendahkan profesi wartawan tersebut.
Wartawan berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan serta menjaga hubungan yang baik dengan insan pers sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat”
(Arson)
“Di Saat verivikasi Data Penerimaan Murid Baru , Satpam SMAN 2 Kotabumi Diduga Hina Wartawan dengan Sebutan “Abal-Abal “







