Berita

Janji Pertama Meleset, Kini Bupati Tapteng Pasang Target Baru Pencairan Jadup

35
×

Janji Pertama Meleset, Kini Bupati Tapteng Pasang Target Baru Pencairan Jadup

Sebarkan artikel ini
Janji Pertama Meleset, Kini Bupati Tapteng Pasang Target Baru Pencairan Jadup

Tapanuli Tengah, 18 Juni 2026 –Kabarnusa24.com)Ribuan pasang mata warga yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah kembali mendengar janji dari Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terkait pencairan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang hingga kini belum juga diterima masyarakat terdampak bencana.

Menariknya, ini bukan kali pertama janji tersebut disampaikan. Sebelumnya, Bupati pernah menyatakan bahwa Jadup akan cair pada hari Kamis. Namun setelah Kamis berlalu, bantuan yang dijanjikan tak kunjung masuk ke rekening masyarakat. Kini, di hadapan massa aksi yang mulai geram dan kehilangan kesabaran, Bupati kembali melontarkan janji baru bahwa Jadup akan dicairkan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Pergantian jadwal pencairan ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga menilai pemerintah daerah seolah lebih piawai menyusun jadwal janji daripada memastikan bantuan benar-benar sampai kepada rakyat yang membutuhkan. Kondisi ini membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah terus terkikis.

Bagi masyarakat yang terdampak bencana, Jadup bukan sekadar angka dalam dokumen administrasi. Bantuan tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk bertahan hidup. Karena itu, warga menilai janji yang terus bergeser tanpa realisasi hanya menambah penderitaan dan ketidakpastian.

Ironisnya, saat membutuhkan dukungan rakyat pada masa kampanye, para pejabat dengan mudah turun ke tengah masyarakat, menyapa warga dari rumah ke rumah, dan menjanjikan berbagai program untuk kesejahteraan rakyat. Namun ketika masyarakat datang menuntut haknya melalui aksi unjuk rasa, yang diterima justru kembali janji demi janji tanpa kepastian yang jelas.

Sejumlah warga yang mengikuti aksi menyebut janji terbaru tersebut sebagai “ujian terakhir” bagi pemerintah daerah. Mereka menegaskan akan menunggu hingga batas waktu yang disebutkan Bupati. Jika kembali meleset, maka publik berhak mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memperjuangkan hak masyarakat yang terdampak bencana.

Kini sorotan publik tertuju pada akhir Juni dan awal Juli 2026. Apakah janji kedua ini benar-benar akan dibuktikan dengan pencairan Jadup, atau justru kembali menjadi daftar panjang janji yang hanya berhenti di atas mimbar dan pengeras suara?

Masyarakat Tapanuli Tengah saat ini tidak lagi membutuhkan pidato, alasan, maupun janji baru. Yang mereka tunggu adalah bukti nyata: Jadup cair, bukan sekadar omon-omon yang terus diulang setiap kali gelombang protes datang menghampiri Kantor Bupati.

(Hasanuddin)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin