Indramayu, kabarnusa24.com
Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) Mitra Cai yang berlokasi di Blok Karang Asem Sindupraja, Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan masyarakat. Warga menduga pelaksanaan pekerjaan fisik tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pemasangan pasangan batu diduga dilakukan tanpa terlebih dahulu dilakukan penggalian pondasi sebagaimana mestinya. Selain itu, adukan pasangan batu diduga menggunakan campuran pasir putih dan tanah urugan, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan kekuatan konstruksi.
Warga juga menyoroti hasil pemasangan batu yang dinilai kurang rapi. Di lokasi pekerjaan, papan informasi proyek juga disebut tidak terpasang sehingga masyarakat kesulitan mengetahui informasi mengenai pelaksana, nilai anggaran, maupun jangka waktu pekerjaan.
Salah seorang warga mengaku kecewa terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, setelah adukan mengering sekitar dua hari, beberapa bagian pasangan batu sudah terlihat melorot dan adukannya mengalami kerusakan saat diinjak.
Selain persoalan kualitas pekerjaan, warga juga mempertanyakan tenaga kerja yang digunakan dalam proyek tersebut. Mereka menyebut sebagian besar pekerja berasal dari luar daerah, yakni Kabupaten Majalengka, sehingga dinilai tidak memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat.
“Warga berharap pelaksanaan proyek pemerintah dapat mengutamakan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis serta memberdayakan tenaga kerja lokal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Telukagung,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Kabarnusa24.com akan berupaya meminta konfirmasi untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan guna memenuhi asas keberimbangan pemberitaan.







