DaerahKriminal

Tawuran Remaja di Indramayu Tewaskan Pelajar 17 Tahun, Empat Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka

4
×

Tawuran Remaja di Indramayu Tewaskan Pelajar 17 Tahun, Empat Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka

Sebarkan artikel ini
Tawuran Remaja di Indramayu Tewaskan Pelajar 17 Tahun, Empat Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka

 

Indramayu, kabarnusa24.com

Tragedi tawuran antarkelompok remaja kembali merenggut korban jiwa di Kabupaten Indramayu. Seorang remaja berinisial GGG (17), warga Kecamatan Losarang, meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian belakang kepala.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Desa Larangan, Blok Cilempong, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 03.24 WIB.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Indramayu, tawuran dilakukan dengan sistem duel 3 lawan 3. Kedua kelompok diketahui datang ke lokasi dengan membawa berbagai jenis senjata tajam, di antaranya celurit, sabit, dan gobang.

Saat bentrokan berlangsung, korban sempat terjatuh. Ketika berusaha menyelamatkan diri, korban dikejar oleh salah seorang pelaku dan dibacok dari arah belakang hingga mengalami luka fatal. Korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Losarang, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polres Indramayu menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial Y (16) yang diduga sebagai pelaku utama pembacokan, serta KJ (19), WAS (20), dan SM (18) yang berperan membawa senjata tajam saat tawuran berlangsung.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat bilah senjata tajam, tiga unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat kejadian.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Menurutnya, baik korban maupun para pelaku masih berusia muda sehingga menjadi perhatian serius semua pihak.

Ia mengimbau para orang tua, guru, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja, terutama pada malam hari, guna mencegah terulangnya aksi tawuran yang dapat merenggut nyawa.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin