Daerah

Pramono Anung Tegaskan Budaya Betawi Tak Boleh Hilang di Tengah Transformasi Jakarta sebagai Kota Global.

2
×

Pramono Anung Tegaskan Budaya Betawi Tak Boleh Hilang di Tengah Transformasi Jakarta sebagai Kota Global.

Sebarkan artikel ini
Pramono Anung Tegaskan Budaya Betawi Tak Boleh Hilang di Tengah Transformasi Jakarta sebagai Kota Global.

Jakarta – kabarnusa24.com

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri pelantikan jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP FORKABI) periode 2026–2031 yang digelar di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menjaga dan memajukan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta di tengah transformasi menuju kota global.

Pelantikan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting nasional maupun tokoh masyarakat Betawi. Turut hadir Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI Risman Somantri, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo (Foke), Ketua Umum Bamus Betawi Riano P. Ahmad, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco, Koordinator Staf Ahli Gubernur Prof. Firdaus Ali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tokoh masyarakat Betawi lainnya.

Dalam sambutannya, Pramono secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI, Risman Somantri, yang hadir dalam acara tersebut.

Yang saya hormati Kepala Biro Umum Kementerian Hukum RI, Bapak Risman Somantri. Kehadiran beliau mempertegas dan memperjelas apa yang menjadi pertanyaan kita semua,” ujar Pramono.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum DPP FORKABI H. Abdul Ghoni dan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pusat (MPOP) DPP FORKABI Marullah Matali atas pelantikan kepengurusan yang baru.

Menurut Pramono, pelantikan DPP FORKABI kali ini menjadi salah satu acara yang paling meriah yang pernah digelar di Balai Kota Jakarta.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada pengurus FORKABI yang baru saja dilantik hari ini. Saya lihat ini pelantikan yang paling meriah,” katanya.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun terlihat ketika Pramono berseloroh kepada Fauzi Bowo terkait durasi acara yang berlangsung lebih lama dari agenda resmi di Balai Kota Jakarta.

“Bang Foke, biasanya acara di Balai Kota ini tidak boleh lebih dari 45 menit. Ini dari tadi saya sudah deg-degan saja, berarti acara saya berikutnya akan bergeser semua. Tapi nggak apa-apa untuk FORKABI lah,” ucapnya yang disambut tawa hadirin

Dalam pidatonya, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan FORKABI sebagai salah satu organisasi masyarakat Betawi yang memiliki kontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan masyarakat Jakarta.

masukkan script iklan disini

“Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi atas pelantikan FORKABI. Sebagai Gubernur Jakarta, saya memang ingin Betawi ini kompak, rukun, bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta membangun Jakarta,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan baru DPP FORKABI dapat semakin solid serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ibu kota yang kini tengah memasuki era baru sebagai Daerah Khusus Jakarta.

Mudah-mudahan dengan pelantikan ini FORKABI makin solid dan makin memberikan kontribusi yang nyata,” tambahnya.

Pramono juga menekankan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak boleh mengesampingkan budaya Betawi sebagai akar sejarah dan identitas masyarakatnya. Sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Pemprov DKI telah berkomitmen mengangkat budaya Betawi melalui berbagai kebijakan, salah satunya penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta menjadi landasan penting dalam pelestarian dan pemajuan budaya Betawi di masa depan.

“Jangan sampai Jakarta menjadi kota global, tetapi kemudian budaya Betawinya hilang. Karena itu, bagaimana budaya Betawi ini bisa terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarn

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin