Mengenang Kudatuli, PDIP Lumajang Tegaskan Perjuangan Belum Usai: Kawal Pendidikan, Kesehatan, dan Keadilan Sosial
Lumajang,kabarnusa24.com.Minggu,26/7/2026– Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan 27 Juli 1996) kembali dikenang sebagai salah satu tonggak sejarah kelam perjalanan demokrasi Indonesia. Dalam Dialog Interaktif bertajuk “Mengenang Peristiwa Kudatuli” yang digelar di Kabupaten Lumajang, Sabtu (26/7), jajaran PDI Perjuangan bersama Garda Nasional (GANAS) menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan untuk membangkitkan dendam masa lalu, melainkan sebagai pengingat agar semangat perjuangan para kader yang menjadi korban tetap hidup dalam mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, Supratman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi bagi para kader dan kelompok nasionalis yang selama ini memiliki semangat perjuangan yang sama.
“Kami sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang, apabila dalam menjamu maupun memfasilitasi kegiatan ini masih terdapat kekurangan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya di hadapan peserta dialog.
Menurut Supratman, Kudatuli merupakan bagian dari sejarah demokrasi Indonesia yang tidak boleh dilupakan. Namun, mengenangnya bukan berarti memelihara dendam, melainkan melanjutkan cita-cita perjuangan yang belum selesai.
“Perjuangan itu menyangkut kesehatan, pendidikan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai itulah yang harus terus kita perjuangkan bersama. Kaum nasionalis memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, melindungi kelompok minoritas, sekaligus mendampingi seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, PDI Perjuangan akan terus mengawal seluruh perjuangan para kader dan tokoh partai yang telah menjadi korban dalam perjalanan sejarah partai. Soliditas kader, kata dia, juga tetap diarahkan untuk tegak lurus terhadap keputusan partai, khususnya keputusan Ketua Umum.
Supratman menjelaskan, secara nasional PDI Perjuangan berada pada posisi sebagai partai penyeimbang sebagaimana hasil kongres partai. Namun, di Kabupaten Lumajang, PDI Perjuangan menjadi bagian dari partai pendukung pemerintah daerah sehingga memiliki tanggung jawab mengawal jalannya pemerintahan.
“Sebagai partai pemerintah di daerah, kami berkewajiban mendukung sekaligus mengawal janji-janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat. Jika masih ada yang belum terlaksana, menjadi tugas kami untuk terus mengingatkan agar komitmen itu benar-benar diwujudkan,” tegasnya.
Dalam bidang pendidikan, Supratman menyebut sejumlah program bantuan untuk sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri telah menunjukkan perkembangan. Sementara bantuan bagi sekolah swasta, termasuk yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, saat ini masih berproses melalui perubahan anggaran.
Ia berharap seluruh bantuan tersebut dapat segera direalisasikan agar tidak menghambat kebutuhan pendidikan anak-anak.
“Harapan kami, bantuan itu segera terealisasi sehingga anak-anak tidak perlu saling menunggu. Pendidikan merupakan bagian dari perjuangan yang harus terus kita kawal,” ujarnya.
Terkait peringatan Kudatuli, Supratman berharap generasi penerus partai tetap mengenang peristiwa tersebut sebagai pelajaran sejarah, bukan sebagai alasan untuk memelihara kebencian.
“Kita tidak mewariskan dendam ataupun amarah. Yang kita wariskan adalah semangat perjuangan para pahlawan partai demi mewujudkan cita-cita keadilan bagi rakyat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Garda Nasional (GANAS) Kabupaten Lumajang, Frans, mengatakan organisasinya tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai nasionalisme, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, GANAS selama ini terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan, termasuk penyaluran bantuan bagi korban erupsi Gunung Semeru melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
“GANAS bergerak di bidang sosial. Saat terjadi erupsi Semeru, kami turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bersama berbagai elemen. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial akan terus kami jaga,” ujar Frans.
Ia berharap sinergi antara GANAS dan PDI Perjuangan semakin memperkuat semangat kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada rakyat.( D.S)






