Indramayu, Kabarnusa24.com Paguyuban Petani Makmur Indramayu (PPMI) menggelar kegiatan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi para petani dan penggarap lahan perhutanan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat PPMI, Desa Pranggong, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, sejak Selasa (1/9/2026) hingga saat ini.

Pembuatan KTA tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan administrasi sekaligus memperkuat solidaritas di antara para petani dan penggarap. Selain itu, KTA diharapkan dapat menjadi identitas bagi para penggarap dalam menjalankan aktivitas pertanian sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Wakil Ketua PPMI, Rikana, mengimbau para petani dan penggarap lahan perhutanan agar senantiasa menjaga kekompakan serta solidaritas dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Menurutnya, kekompakan petani diperlukan untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kami dari Paguyuban Petani Makmur Indramayu selalu mendukung program pemerintah pusat dalam hal ketahanan pangan. Bersama para petani, kami akan menempuh prosedur yang berlaku terkait pengelolaan sawah garapan di wilayah yang telah ditentukan,” ujar Rikana.
Ia menjelaskan, identitas resmi penggarap yang diterbitkan PPMI diharapkan dapat membantu mewujudkan tertib administrasi, memberikan keterangan terkait lahan garapan, mempermudah proses penyaluran bantuan, serta menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan bagi para penggarap sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris PPMI, Sahroni, mengatakan bahwa keberadaan paguyuban bertujuan untuk menghimpun sekaligus membina para petani penggarap yang berada di wilayah perhutanan sosial.
PPMI, kata dia, juga mendorong adanya penataan pembagian lahan serta mekanisme pola tanam yang sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan nasional.

“Prosedur, baik dari kementerian maupun terkait izin garapan, sudah kami tempuh. Kami berharap pihak-pihak terkait bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas agar tidak terjadi konflik di antara para petani penggarap dalam menjalankan aktivitas di lahan garapannya,” tegas Sahroni.
Ia menambahkan, PPMI akan terus mengedepankan kepentingan masyarakat petani yang tergabung di wilayah perhutanan sosial. PPMI juga siap bersinergi dengan masyarakat melalui penyampaian informasi dan penataan langkah kerja para petani penggarap berdasarkan sistem serta prosedur yang berlaku.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog antara para petani dan penggarap lahan sawah dengan pengurus PPMI. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.







