Berita

Viral! Korban Banjir Bandang Sibuluan Indah Mengaku Diintimidasi Usai Pertanyakan Bantuan Stimulan Rumah Rusak

13
×

Viral! Korban Banjir Bandang Sibuluan Indah Mengaku Diintimidasi Usai Pertanyakan Bantuan Stimulan Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini
Viral! Korban Banjir Bandang Sibuluan Indah Mengaku Diintimidasi Usai Pertanyakan Bantuan Stimulan Rumah Rusak

TAPANULI TENGAH, 26 Juli 2026 –Kabarnusa24.com)Dugaan intimidasi terhadap sejumlah warga korban banjir bandang 25 November 2025 di Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi perhatian publik setelah keluhan mereka viral di media sosial pada Sabtu (25/7/2026).

 

Sejumlah warga yang mengaku sebagai korban bencana menyampaikan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima bantuan stimulan rumah rusak yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Kondisi tersebut membuat mereka mempertanyakan kepastian penyaluran bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tempat tinggal yang terdampak bencana.

 

Tiga warga yang menyampaikan pengakuan tersebut, yakni Asmunah, Nur Haimah Nasution, dan Siti Sarah Siregar, mengaku hanya berupaya mempertanyakan kejelasan bantuan kepada pihak terkait.

 

Menurut pengakuan mereka kepada awak media, setelah mempertanyakan bantuan yang belum kunjung diterima, mereka diduga mengalami intimidasi secara verbal. Mereka mengaku mendapat ucapan yang membuat mereka merasa tertekan dan bahkan disebut sebagai “provokator”.

 

Pengakuan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial hingga menjadi perbincangan masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan mengapa korban bencana yang masih membutuhkan bantuan justru mengaku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan saat mempertanyakan hak mereka.

 

Perlu ditegaskan bahwa dugaan intimidasi tersebut merupakan klaim dari para warga dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh media. Oleh karena itu, informasi ini disampaikan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan prinsip keberimbangan.

 

Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian mengenai pendataan penerima bantuan stimulan rumah rusak, termasuk alasan apabila masih terdapat korban yang belum menerima bantuan hingga delapan bulan pascabencana.

 

Sebagai bentuk pelaksanaan kode etik jurnalistik, awak media melakukan upaya konfirmasi dengan mendatangi langsung kediaman Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Sibuluan Indah yang disebut dalam pengakuan warga.

 

Kedatangan awak media diterima secara langsung di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Lingkungan memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan.

 

Namun, Kepala Lingkungan secara tegas menyampaikan bahwa hasil konfirmasi yang disampaikannya tidak ingin dipublikasikan. Permintaan tersebut kemudian dihormati oleh awak media sebagai bagian dari etika jurnalistik.

 

Dengan demikian, media hanya dapat menyampaikan bahwa upaya konfirmasi telah dilakukan secara langsung sebelum berita ini diterbitkan, meskipun isi tanggapan narasumber tidak dipublikasikan atas permintaannya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait keluhan warga mengenai belum diterimanya bantuan stimulan rumah rusak maupun mengenai dugaan intimidasi yang disampaikan oleh para warga.

 

Peristiwa ini kembali memunculkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penyaluran bantuan, validasi data penerima manfaat, serta perkembangan realisasi bantuan bagi seluruh korban banjir bandang.

 

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Kepala Lingkungan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Apabila terdapat keterangan resmi yang dapat dipublikasikan di kemudian hari, berita ini akan diperbarui sebagai bentuk komitmen terhadap pemberitaan yang berimbang, akurat, serta sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin