Opini

MBG Dibalik Luas Sorotan Politik Multi Partai di Indonesia

6
×

MBG Dibalik Luas Sorotan Politik Multi Partai di Indonesia

Sebarkan artikel ini
MBG Dibalik Luas Sorotan Politik Multi Partai di Indonesia

Oleh: Sutriachol Haris, L.C.

Kabarnusa24.com,– Deras pemberitaan MBG ketika ada beberapa kalangan entitas masyarakat menyuarakan unsur penolakan MBG itu sendiri oleh segelintir suara masyarakat kepada pemerintah.

Ada yang menyampaikan keluasan MBG Indonesia dengan negara Brazil yang jelas jauh bahwa NKRI jelas secara kependudukan hampir lebih dari 270 juta jiwa dimana jelas bahwa disana memerlukan anggaran yang cukup selain dorongan segenap unsur masyarakat yang terusterang mesti juga semua elemen kebagian kepanjangan tangan partai politik yang diwadahi menjelma fraksi yang sah secara UU berbagi titik kueh SPPG bersama mitra kerja di DPR dalam pengawasan dan legislasi serta penganggarannya secara fungsi tugas sebagaimana digariskan undang – undang.

Ingin sedikit menyoroti dengan bahasa pengamatan yang gamblang yakni ketika di era pemerintahan SBY sungguh disana ada memang ada partai yang oposan di luar pemerintahan sebut saja PDIP namun partai PKS berkoalisi hampir dua periode era pemerintahan SBY.

Kenapa dua partai diatas yang disebut dan dimasa SBY dan apa kaitannya dengan pemerintahan sekarang yaitu periode khidmat Presiden Prabowo Subianto. Terusterang ketika dulu di masa itu lumayan stabil dan medsos seimbang karena ingin tahu mengapa ? Karena Partai PKS ada dalam barisan koalisi full penerintahan yang kadernya banyak menduduki jabatan di berbagai posisi Kementerian dan Badan.

Secara dinamis kajian unsur intelektual dari elemen masyarakat yang menyuarakan MBG ke DPR dan penolakannya ke MK ini mengaku dari track rscord independen namun pandangan penulis ini tidak. Ada dorongan disana besar sekali dari partai yang memang sama sekali belum menikmati jatah yang barangkali lebih belasan tahun puasa dan belum buka Allahumma laka sumtu menjadi barisan keras di medsos keritik kepada pemerintahan.

Jujur sebenarnya MBG program yang diakui sangat relevan dan mulia serta tepat guna multi manfaat mesti sasaran demi waktu ditata bukan saja mendorong terkait bagi mereka yang stunting namun juga manfaat selain gizi juga ekonomi bawah tanah atau manfaat ekonomi yang dirasa oleh akar rumput dan dapat mungkin secara jelas ditebak bahwa yang belum mengimani dengan mudah ditebak yakni partai itu adalah PKS.

Mirip hal tersebut mungkin boleh jadi ketika abad dulu era kenabian, era nabi akhir. Dimana ada abu – abu di Makkah yang juja tak ingin akui bahwa kehebatan Muhammad adalah sosok mukjizat sebagai nabi pada sepanjang risalahnya benar saja lalu Muhammad itu Hijrah terus berinspirasi lagi dapat bimbingan wahyu bagi luasnya semesta alam.

Selama PKS dimasa hingga reshuple demi reshuple para menteri dibanyak kementerian belum mau Prabowo ajak untuk gabung namun PKS juga masih penasaran ingin sedikit malu karena 2024 lalu bukan barisan gemoy yang kini dalam berpolitik biasa saja tak ke kanan dan tak ke kiri namun ada gerakan militannya yang terus melempar kritik pemerintah karena kedepan PKS rupanya mungkin masih ingin menjagokan Anis Baswedan untuk lawan lagi Prabowo di Pilpres.

Sekarang PKS di DPR yang penting anggapnya Partainya aman tak diobok – obok pemerintahan yang sedang berkuasa walau sungguh di luar sana yang terus keras melawan menyuarakan pemerintahan jaringan militan bawah tanah tersebut adalah banyak dari orang – orang yang bisa diduga militan ikhwan dan akhwat partai PKS.

Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Putri sam’an wa tha’atan tak sedikitnya secara hubungan emosional mereka teriring sambil senyum dan senyum karena itu yang bikin berdua sebagai tokoh kuat jadi sehat selain sejati hakikat pertemanan sekawan kudu melupakan kelam masa lalu dimana ada sisa usia yang harus dijalani dengan baik dan sambil berharap sebagai bekal nanti hingga jadi jariyah akhir bukan saja jariyah giliran menjadi penguasa saja tentunya namun juga semua berjuang dan gotong royong demi damainya akan bangsa ini. Sebenarnya amat damai dan walau ada sedikit ujian secara aspirasi penyampaian demokrasi dan demonstrasi masih dibilang terbilang wajar.

Benar, jujur dan terusterang MBG adalah ini bukan soal halusinasi tapi nyata inovasi dan inspirasi bagi negeri.

2029 pasca pilpres negeri akan terus banyak keritikan yang jujur boleh dibilang akan membuat Presiden Prabowo terus dibuat gamang dan suara medsos yang begitu kencang soal MBG dan strategis program bagus lainnya ini disuarakan oleh keritikan PKS secara garis bawah tanah selain PKS menyuarakan malu malu kucing seolah kritik pemerintah di legislatif sana. Asal jangan memberi stimulus julukan terus menerus Indonesia Konoha.

Dulu dibanyak sisi SBY juga aktif menelepon Prabowo yang dimana partai Gerindra belum besar bisa boleh dibilang di komisi delapan-nya misal saja waktu itu tahun 2010 anggota nya tak lebih dari dua orang anggota komisi di DPR komisi lainnya barangkali sama.

Artinya ketika ada pansus waktu itu SBY telpon Prabowo sebagai Presiden kepada ketua partai untuk menstabilkan hukum politik walau ketika itu ujian dimasa SBY memang ada beberapa pansus yang viral. Dan hubungan Prabowo dengan Megawati ini amat sangat baik walau secara garis kepartaian seperti partai PDIP suara – suaraan lah itu wajar.

Presiden Prabowo Subianto dibanyak langkah dan tindakan yang jenius penghematan dan pengelolaan dan tata keuangan APBN yang tepat dan tak berlebih serta penuhi luas akan suara aspirasi negeri ini sungguh baik.

Presiden Prabowo tak usah menjawab komentar akan sesuatu di luar sana yang memang gak ada habisnya soal MBG dan tak esensi terutama. Karena bagaimanapun akan terus dihajar MBG oleh mereka yang memang disana ingin juga berkuasa. Cukup dengan tanggap yang besar saja yang bukan receh biar Menteri bapak saja yang konprontasi itu bila dipandang perlu. Presiden cukup dengan hukum setia mendengar, lagi tak usah di ceritakan di podium.

Teruslah Presiden Prabowo berinspirasi demi wujud dan karya bagi negeri yang luas lagi spektakuler sebagaimana program eksis MBG ini hingga terus dijaga bahkan wajibnya menjelma UU MBG ini hadir tersirat di NKRI.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin