Daerah

Sekarkijang Jangan Jadi Seremonial, UMKM Harus Didorong Menembus Pasar

5
×

Sekarkijang Jangan Jadi Seremonial, UMKM Harus Didorong Menembus Pasar

Sebarkan artikel ini
Sekarkijang Jangan Jadi Seremonial, UMKM Harus Didorong Menembus Pasar

Sekarkijang Jangan Jadi Seremonial, UMKM Harus Didorong Menembus Pasar

LUMAJANG,kabarnusa24.com — Kolaborasi antardaerah melalui Sekarkijang didorong tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sinergi kawasan harus menghasilkan kerja sama konkret yang mampu membuka pasar baru, memperkuat pelaku UMKM, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Sekarkijang di Kabupaten Lumajang. Kolaborasi dinilai penting karena setiap daerah memiliki potensi berbeda yang dapat saling melengkapi jika dikembangkan dalam satu ekosistem ekonomi kawasan.

“Masing-masing daerah memiliki potensi dan keunggulan. Kalau kita satukan melalui kolaborasi, maka yang kita bangun bukan hanya kemajuan satu daerah, tetapi kekuatan ekonomi kawasan,” ujarnya.

Menurutnya, potensi daerah tidak cukup hanya dipamerkan dalam sebuah kegiatan. Harus ada langkah lanjutan yang mempertemukan produk lokal dengan pasar serta menciptakan peluang kerja sama antarpelaku usaha.

Karena itu, digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam penguatan UMKM. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas promosi, dan memperkuat daya saing produk.

“Digitalisasi juga harus benar-benar menjadi alat pemberdayaan agar UMKM kita bisa memperluas pasar dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia mengingatkan, keberhasilan sebuah event tidak semata-mata dilihat dari jumlah peserta atau kemeriahan kegiatan. Ukuran yang lebih penting adalah dampak setelah kegiatan berakhir.

“Yang paling penting, kolaborasi ini jangan berhenti di event. Harus ada tindak lanjut yang membuka peluang usaha, memperluas akses pasar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut dia, kerja sama berkelanjutan dapat membuka ruang lebih luas bagi UMKM untuk bertemu dengan calon pembeli, membangun jejaring bisnis, hingga mengembangkan produk agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kolaborasi tersebut juga dinilai dapat mengubah pola hubungan antardaerah. Pertumbuhan ekonomi tidak harus dibangun dengan menempatkan daerah lain sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra yang dapat saling memperkuat.

Daerah dengan produk unggulan, misalnya, dapat menjadi pemasok bagi daerah lain. Sementara daerah lain dapat berperan sebagai pasar, mitra distribusi, maupun bagian dari rantai pasok.

“Ketika satu daerah tumbuh, daerah lain tidak boleh tertinggal. Ketika satu UMKM berkembang, kita dorong UMKM lainnya untuk ikut berkembang. Ketika satu daerah memiliki keunggulan, mari kita jadikan keunggulan tersebut sebagai kekuatan bersama,” pungkasnya.

Dari Event Menjadi Gerakan Ekonomi

Dari Lumajang, semangat Sekarkijang diharapkan berkembang menjadi gerakan ekonomi kawasan yang memiliki keberlanjutan. Event hanya menjadi pintu masuk, sedangkan tindak lanjut menjadi penentu apakah kolaborasi tersebut benar-benar memberi dampak.

Keterbukaan akses pasar, pemanfaatan teknologi, penguatan jejaring usaha, serta dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi sejumlah faktor yang dibutuhkan agar UMKM tidak berjalan sendiri.

Jika kolaborasi tersebut mampu diterjemahkan ke dalam kerja sama nyata, Sekarkijang tidak hanya menjadi ruang pertemuan antardaerah, tetapi juga dapat menjadi jembatan bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Pada titik itulah, pertumbuhan ekonomi kawasan tidak lagi berbicara tentang siapa yang paling unggul, melainkan bagaimana keunggulan masing-masing daerah dirangkai menjadi kekuatan ekonomi bersama.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin