Berita

Cepot Motah Indonesia Tertibkan Administrasi Chapter, Tommy Subagja Tegaskan Anggota Resmi Harus Miliki SK dan Registrasi

3
×

Cepot Motah Indonesia Tertibkan Administrasi Chapter, Tommy Subagja Tegaskan Anggota Resmi Harus Miliki SK dan Registrasi

Sebarkan artikel ini
Cepot Motah Indonesia Tertibkan Administrasi Chapter, Tommy Subagja Tegaskan Anggota Resmi Harus Miliki SK dan Registrasi

Kabarnusa24.com

BANDUNG, 13 September 2026 — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Cepot Motah Indonesia terus melakukan penataan organisasi, khususnya dalam hal administrasi dan legalitas keanggotaan di setiap chapter daerah.

Cepot Motah Indonesia Tertibkan Administrasi Chapter, Tommy Subagja Tegaskan Anggota Resmi Harus Miliki SK dan Registrasi

Ketua Umum DPP Cepot Motah Indonesia, Tommy Subagja, mengatakan penataan tersebut merupakan salah satu program organisasi untuk memastikan seluruh chapter memiliki administrasi yang tertib dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan DPP.

 

“Ini salah satu program dari Cepot Motah Indonesia supaya tertib administrasi dan terus mengikuti aturan. Karena banyak yang mengatasnamakan dan mengaku dirinya sebagai Cepot, padahal saya tidak tahu,” ujar Tommy.

 

Ia menegaskan, pihaknya menemukan adanya oknum yang berpotensi menimbulkan perpecahan maupun mengganggu nama baik organisasi. Karena itu, DPP melakukan penertiban terhadap keanggotaan dan kepengurusan di tingkat chapter.

 

Menurut Tommy, anggota resmi harus memiliki identitas dan registrasi yang jelas. Setiap chapter juga harus mendapatkan pengesahan atau Surat Keputusan (SK) dari DPP.

 

“Apabila ada yang tidak mempunyai kartu atau tidak memiliki registrasi, kemudian mengatasnamakan Cepot, itu bukan anggota kami. Anggota harus memiliki nomor registrasi dan identitas yang jelas,” tegasnya.

 

Saat ini, kata Tommy, Cepot Motah Indonesia telah memiliki sekitar 23 chapter di berbagai daerah. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 15 chapter yang telah mendapatkan SK dari DPP.

 

Penataan tersebut diharapkan dapat membuat struktur organisasi menjadi lebih jelas, mulai dari tingkat pusat hingga chapter di daerah.

 

Cepot Motah Gaungkan Pemberantasan Peredaran Tramadol

 

Selain melakukan pembenahan internal organisasi, Cepot Motah juga tengah menggaungkan gerakan pemberantasan peredaran obat-obatan yang dinilai dapat membahayakan masyarakat, salah satunya tramadol.

 

Tommy menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari kepedulian organisasi terhadap lingkungan dan generasi muda. Menurutnya, organisasi masyarakat maupun komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga lingkungan dari berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan generasi muda.

 

“Cepot harus ikut menjaga masyarakat. Salah satunya dengan menyuarakan pemberantasan peredaran obat-obatan yang dapat disalahgunakan, termasuk tramadol. Kita tidak ingin generasi muda rusak karena penyalahgunaan obat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum. Sebaliknya, Cepot ingin mendorong masyarakat agar berani menyampaikan informasi dan bersama-sama mendukung upaya pemerintah serta aparat dalam memberantas peredaran obat yang disalahgunakan.

 

Tommy juga mengajak seluruh anggota Cepot Motah Indonesia untuk menjaga sikap dalam menjalankan kegiatan organisasi. Menurutnya, perjuangan memberantas penyalahgunaan obat harus dilakukan secara bijak, sesuai aturan hukum, serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

 

“Kami ingin Cepot menjadi organisasi yang memberikan manfaat. Jangan hanya berbicara soal organisasi, tetapi juga harus hadir dalam persoalan sosial di masyarakat,” katanya.

 

Dorong Sinergi dengan Masyarakat dan Pemerintah

 

Tommy berharap Cepot Motah Indonesia dapat berkembang menjadi organisasi atau paguyuban yang mampu bersinergi dengan masyarakat maupun pemerintah.

 

“Harapan saya, Cepot Motah Indonesia bisa menjadi organisasi atau paguyuban yang baik, yang dapat disinergikan dengan masyarakat dan pemerintah. Cepot juga harus aktif dalam kegiatan-kegiatan positif,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, Cepot Motah Indonesia juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, kekeluargaan, dan kebersamaan antaranggota.

 

“Ini adalah wadah silaturahmi dan persaudaraan. Kita harus menjunjung tinggi persamaan, kekeluargaan dan kebersamaan,” tuturnya.

 

Tommy berpesan kepada seluruh anggota agar menjadi pribadi yang baik, bijak, serta mampu menjaga marwah dan nama baik organisasi dalam setiap kegiatan.

 

“Mudah-mudahan dengan adanya kebersamaan seperti ini, Cepot Motah Indonesia harus selalu bersama dan menjadi anggota yang baik, bijak, serta bisa menjaga marwah organisasi,” katanya.

 

Dengan penertiban administrasi, penerbitan SK bagi chapter, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti kampanye pemberantasan penyalahgunaan obat, DPP Cepot Motah Indonesia berharap seluruh anggota dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

 

Ke depan, Cepot Motah Indonesia menargetkan organisasi semakin tertata, solid, dan mampu memperluas sinergi dengan masyarakat serta pemerintah melalui berbagai kegiatan positif.

(Jaka)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin