SMPN 1 Lumajang Geber Kelas Unggulan, Prestasi Siswa Melonjak: Dua Wakil Lumajang Lolos ke Tingkat Provinsi
LUMAJANG, jatim mandiri— SMP Negeri 1 Lumajang terus menggenjot prestasi siswa melalui penguatan kelas unggulan dan pembinaan yang melibatkan pelatih profesional dari luar sekolah. Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah siswa berhasil meraih medali dalam kompetisi tingkat Karesidenan Malang, sementara dua siswa lainnya dipastikan mewakili Lumajang di tingkat provinsi melalui ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMPN 1 Lumajang, Hasanudin, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari tren peningkatan prestasi sekolah dalam sekitar tujuh bulan terakhir.
Sejak mulai menjalankan tugas sebagai PLT pada Maret, Hasanudin mengaku melihat perkembangan positif, baik dari sisi prestasi akademik maupun nonakademik.
“Alhamdulillah, selama saya PLT di sini mulai Maret sampai sekarang, kurang lebih tujuh bulan, prestasinya semakin meningkat. Itu bisa dilihat dari berbagai lomba yang diikuti anak-anak, baik akademik maupun nonakademik,” kata Hasanudin.
Menurut dia, capaian siswa dalam berbagai kompetisi menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan sekolah mulai memberikan hasil.
Salah satu capaian terbaru datang dari kompetisi tingkat Karesidenan Malang. Dalam ajang tersebut, siswa SMPN 1 Lumajang berhasil membawa pulang sejumlah medali.
Tak berhenti di situ, prestasi kembali ditorehkan melalui OMI. Dua siswa SMPN 1 Lumajang berhasil melaju dan akan membawa nama Lumajang dalam kompetisi tingkat provinsi.
“Yang terbaru, anak-anak mengikuti lomba tingkat Karesidenan Malang dan mendapatkan beberapa medali. Kemudian dari OMI, alhamdulillah ada dua anak yang nantinya mewakili Lumajang di tingkat provinsi,” ujarnya.
Bukan Kerja Kepala Sekolah Semata
Hasanudin menyebut peningkatan prestasi tersebut tidak lahir dari kerja kepala sekolah seorang diri. Ia justru menempatkan kolaborasi seluruh unsur sekolah sebagai kunci utama.
Mulai guru, tenaga kependidikan, tata usaha, tenaga kebersihan, komite sekolah, hingga orang tua siswa, menurut Hasanudin, memiliki peran yang sama penting dalam menopang program sekolah.
“Keberhasilan sekolah itu bukan hanya karena kepala sekolah semata, tetapi semua stakeholder. Mulai dari tukang sapu, manajemen, bapak ibu guru, GTT, tata usaha, orang tua, komite, dan kepala sekolah. Kalau program kepala sekolah tidak didukung semua stakeholder, tidak akan berjalan,” tegasnya.
Karena itu, ia berupaya membangun budaya kerja yang menempatkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai fondasi.
“Saya selalu menekankan prinsip bekerja tanpa disuruh dan rajin tanpa diawasi. Jadi masing-masing harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” katanya.
Budaya kerja tersebut, lanjut Hasanudin, mulai terlihat dalam keseharian warga sekolah. Integritas dan loyalitas tenaga pendidik maupun kependidikan dinilai semakin tumbuh.
“Alhamdulillah, integritas teman-teman semakin meningkat. Teman-teman juga semakin loyal,” ujarnya.
Kelas Unggulan Jadi Mesin Pembinaan Prestasi
Untuk menjaga tren tersebut, SMPN 1 Lumajang mengembangkan program kelas unggulan. Program itu diarahkan untuk menggali potensi siswa di berbagai bidang, tidak hanya akademik.
Sejumlah bidang yang menjadi fokus pembinaan antara lain olahraga, tahfiz, OSN, dan karya tulis ilmiah.
“Harapannya ke depan SMPN 1 Lumajang semakin jaya. Saya sudah menjalankan program kelas unggulan dan alhamdulillah wali murid sangat mendukung,” kata Hasanudin.
Untuk memperkuat program OSN, sekolah bahkan mendatangkan pelatih dari luar.
Salah satunya Mu’in, yang disebut Hasanudin memiliki pengalaman dalam membina siswa untuk kompetisi OSN dan pernah melatih di sejumlah lembaga pendidikan. Ia juga disebut memiliki pengalaman pembinaan hingga ke luar negeri.
Selain itu, sekolah melibatkan Mukhtar, guru yang juga memiliki pengalaman membina siswa di bidang kompetisi.
Kehadiran pelatih eksternal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperluas pengalaman siswa dalam menghadapi kompetisi.
Setiap Anak Punya Jalur Prestasi
Yang menarik, program kelas unggulan di SMPN 1 Lumajang tidak dibuat untuk hanya mengakomodasi siswa dengan kemampuan akademik tinggi.
Setiap siswa diarahkan untuk memilih bidang yang sesuai dengan minat dan potensinya.
Ada siswa yang menekuni tahfiz, olahraga, OSN maupun karya tulis ilmiah. Dengan pola tersebut, sekolah berupaya memberikan ruang bagi setiap anak untuk menemukan bidang yang menjadi kekuatannya.
“Semua siswa ikut. Istilahnya anak-anak diarahkan sesuai minatnya. Ada yang tahfiz, olahraga, OSN, atau KTI. Jadi tidak ada anak yang tidak mendapatkan pembinaan,” jelas Hasanudin.
Menurut dia, pola tersebut penting karena kemampuan siswa tidak selalu dapat diukur hanya melalui prestasi akademik.
Sekolah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi melalui bidang yang sesuai dengan potensinya.
Komite Kelola Kontribusi, Siswa Kurang Mampu Tetap Diakomodasi**
Dalam mendukung program unggulan, pengelolaan kontribusi orang tua dilakukan melalui komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan selama satu tahun, termasuk program pembinaan dan kegiatan sekolah.
Hasanudin menyebut besaran kontribusi memiliki rincian masing-masing untuk sejumlah kegiatan. Namun, ia menegaskan kontribusi tersebut tidak menjadi penghalang bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Bagi anak yang mampu, ya sesuai kemampuan. Kalau yang tidak mampu, tidak dipaksakan,” katanya.
Ia bahkan mengungkapkan pernah ada orang tua yang menyampaikan hanya mampu memberikan Rp100 ribu atau Rp200 ribu. Ada pula yang tidak memberikan kontribusi karena memang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.
“Bahkan ada yang tidak bayar karena memang tidak mampu. Ada orang tua yang menyampaikan masih harus menjahitkan baju dan sebagainya. Ya sudah, kami memahami kondisi itu,” ujarnya.
Menurut Hasanudin, prinsip utama program sekolah adalah memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan kesempatan yang sama.
“Jangan sampai kondisi ekonomi menjadi penghalang anak untuk mendapatkan pembinaan dan kesempatan berprestasi,” katanya.
Dengan penguatan kelas unggulan, pembinaan intensif, dukungan orang tua, komite, serta kolaborasi seluruh warga sekolah, SMPN 1 Lumajang menargetkan prestasi siswa terus meningkat.
Bagi Hasanudin, capaian yang sudah diraih bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk membangun prestasi yang lebih besar.
“Mohon doa restunya. Harapannya ke depan SMPN 1 Lumajang semakin maju dan semakin banyak prestasi yang diraih, baik akademik maupun nonakademik,” pungkasnya.(D.S)







