Kabarnusa24.com
BANDUNG, KAMIS (22 OKTOBER 2026) — Upaya mendorong komoditas pertanian Jawa Barat menembus pasar internasional mulai dibahas melalui pertemuan strategis antara Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Jawa Barat dengan sejumlah perwakilan petani ubi Cilembu. Pertemuan yang berlangsung di D’Botanica tersebut membahas persiapan penanaman dan pengembangan ubi Cilembu untuk memenuhi target pasar ekspor.
Pertemuan dipimpin oleh Harjono Budi Utomo (Kohan) dan dihadiri perwakilan petani dari sejumlah wilayah, di antaranya Cikalong Wetan, Cimaung, Ciwidey, serta daerah lain yang menjadi sentra pertanian.
Salah satu fokus pembahasan adalah kesiapan produksi ubi Cilembu agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain itu, aspek logistik dan kesiapan distribusi turut menjadi perhatian dalam upaya membuka peluang pemasaran komoditas unggulan Jawa Barat ke luar negeri.
Malaysia dan Singapura menjadi dua negara tujuan yang dibahas dalam rencana pemasaran tersebut. Selain itu, Tiongkok juga masuk dalam sasaran pasar potensial yang diharapkan dapat dijangkau melalui pengembangan produksi dan penguatan koordinasi antara pemangku kepentingan.
Ubi Cilembu dikenal memiliki cita rasa manis khas yang menjadi salah satu daya tariknya. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih jauh apabila didukung oleh pengelolaan produksi yang baik, konsistensi mutu, serta kemampuan memenuhi persyaratan pasar tujuan.
Dalam pertemuan tersebut, para petani dan pihak yang terlibat juga membahas pentingnya persiapan sejak tahap penanaman. Langkah ini diperlukan agar hasil panen nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang dituju.
Harjono bersama tim Perindag Jabar mendorong adanya koordinasi antara petani dan pihak terkait dalam mempersiapkan komoditas tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi petani untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Meski demikian, realisasi ekspor tetap memerlukan sejumlah persiapan lanjutan, termasuk kepastian volume produksi, pemenuhan standar mutu dan persyaratan ekspor, serta akses distribusi ke negara tujuan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menjajaki peluang pengembangan ubi Cilembu sebagai komoditas pertanian yang berorientasi pada pasar internasional. Keberhasilan rencana tersebut nantinya akan bergantung pada kesiapan produksi, pemenuhan ketentuan ekspor, dan keberlanjutan kerja sama antara petani dengan para pemangku kepentingan.
Dengan persiapan yang terarah, ubi Cilembu diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar global dan memberikan nilai tambah bagi petani Jawa Barat.
(Jaka)