Daerah

Muslimat NU Lumajang Susun Sejarah Organisasi, Target Rampung Oktober 2027

4
×

Muslimat NU Lumajang Susun Sejarah Organisasi, Target Rampung Oktober 2027

Sebarkan artikel ini
Muslimat NU Lumajang Susun Sejarah Organisasi, Target Rampung Oktober 2027
  • Muslimat NU Lumajang Susun Sejarah Organisasi, Target Rampung Oktober 2027

LUMAJANG ,kabarnusa24.Com— Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lumajang mulai menyusun sejarah perjalanan organisasinya sebagai upaya mendokumentasikan kiprah, perjuangan, dan kontribusi perempuan Nahdliyin bagi masyarakat. Proses penyusunan ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, yakni hingga Oktober 2027,acara ini berlangsung di rumah Suko, Minggu,25/10/2026.

Langkah tersebut ditandai dengan pengukuhan tim penyusun sejarah Muslimat NU Kabupaten Lumajang dalam rangkaian peringatan Hari Santri yang digelar di Rumah Suko, Lumajang. Kegiatan itu juga diisi dengan pelaksanaan Mustika Segar, salah satu program yang menjadi bagian dari agenda Muslimat NU.

Anggota DPRD Kabupaten Lumajang, Qumi Husnuniyati, S.Ag., M.A., mengatakan peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi sekaligus meneguhkan komitmen dalam merawat warisan perjuangan Muslimat NU.

Menurut dia, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peringatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas kader dan membangun dokumentasi sejarah organisasi secara sistematis.

“Melalui pengukuhan tim penyusun sejarah ini, kami berharap perjalanan Muslimat NU di Kabupaten Lumajang dapat terdokumentasi dengan baik. Sejarah organisasi penting untuk diketahui generasi sekarang sekaligus menjadi pijakan bagi kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Mustika Segar, Penguatan Peran dan Kapasitas Kader

Selain pengukuhan tim penyusun sejarah, kegiatan tersebut juga menghadirkan Mustika Segar. Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan peran perempuan Muslimat NU melalui kegiatan yang mendorong peningkatan kapasitas, pemberdayaan, serta penguatan kontribusi kader di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, kader diharapkan semakin memahami peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan keluarga.

Pelaksanaan Mustika Segar di tingkat cabang juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan semangat kebersamaan antaranggota, sehingga program organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Menelusuri Jejak Perjuangan Muslimat NU Lumajang

Pengukuhan tim penyusun sejarah menjadi langkah awal untuk menelusuri perjalanan Muslimat NU di Kabupaten Lumajang, mulai dari masa perintisan, perkembangan kepengurusan, hingga kiprah organisasi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Penyusunan sejarah tersebut diharapkan tidak sekadar menghasilkan catatan kronologis, tetapi juga menghimpun kesaksian para tokoh, arsip organisasi, dokumentasi kegiatan, serta berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pendekatan itu, sejarah Muslimat NU Lumajang diharapkan dapat menggambarkan perjuangan para perintis, dinamika organisasi dari masa ke masa, serta kontribusi kader dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan.

Tim penyusun juga diharapkan melakukan penelusuran terhadap dokumen lama dan menggali informasi dari tokoh-tokoh yang mengetahui perjalanan organisasi. Langkah tersebut penting agar penulisan sejarah tidak hanya bertumpu pada ingatan personal, tetapi didukung bukti dan sumber yang memadai.

Ditargetkan Rampung dalam Satu Tahun

PC Muslimat NU Kabupaten Lumajang membatasi waktu penyusunan sejarah selama satu tahun, dengan target penyelesaian pada Oktober 2027.

Rentang waktu tersebut menjadi tantangan bagi tim untuk melakukan pengumpulan data, verifikasi sumber, wawancara dengan para tokoh, penyusunan naskah, hingga penyuntingan hasil akhir.

Ketepatan data menjadi hal penting dalam proses ini. Setiap informasi mengenai tahun berdiri, pergantian kepengurusan, tokoh perintis, dan perkembangan program organisasi perlu diverifikasi melalui arsip maupun keterangan narasumber yang relevan.

Dengan demikian, hasil penyusunan diharapkan dapat menjadi dokumen sejarah yang kredibel, sekaligus referensi bagi kader Muslimat NU dan masyarakat Lumajang.

Upaya mendokumentasikan sejarah organisasi tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan perjuangan antargenerasi. Pengalaman para pendahulu tidak berhenti sebagai cerita lisan, tetapi dapat diwariskan dalam bentuk dokumentasi yang dapat dipelajari pada masa mendatang.

Melalui kegiatan peringatan Hari Santri di Rumah Suko, PC Muslimat NU Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya berjalan ke depan tanpa melupakan akar sejarah. Target Oktober 2027 menjadi tenggat bagi tim penyusun untuk menghadirkan catatan perjalanan organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(D.S)

Penulis