Daerah

Anggota Wal Ashri Kabupaten Lumajang Tembus 147 Orang, ,Perluas Jangkauan hingga Pensiunan BUMN dan BUMD

13
×

Anggota Wal Ashri Kabupaten Lumajang Tembus 147 Orang, ,Perluas Jangkauan hingga Pensiunan BUMN dan BUMD

Sebarkan artikel ini
Anggota Wal Ashri Kabupaten Lumajang Tembus 147 Orang, ,Perluas Jangkauan hingga Pensiunan BUMN dan BUMD

Foto : Ketua pengajian wredhatama Didik, Bupati Lumajang Indah Amperawati
Judul :
Anggota Wal Ashri Kabupaten Lumajang Tembus 147 Orang, ,Perluas Jangkauan hingga Pensiunan BUMN dan BUMD

Lumajang, kabarnusa 24.Com.kamis,29/10/2026— Paguyuban Wredatama Wal Ashri Kabupaten Malang terus memperluas jangkauan keanggotaannya. Dari semula hanya sekitar 47 orang, paguyuban yang mewadahi para pensiunan tersebut kini berkembang menjadi 147 anggota, dengan mengajak purna tugas dari berbagai instansi untuk memperkuat kebersamaan dan kegiatan sosial.Acatmra ini di laksanakan di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

Ketua Paguyuban Wredatama Wal Ashri Kabupaten Lumajang, Didik, mengatakan perkembangan jumlah anggota menjadi salah satu modal penting untuk menjaga keberlanjutan program organisasi. Hal itu disampaikannya dalam audiensi dengan Bupati Malang, Indah Amperawati, untuk memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026–2031 sekaligus meminta arahan bagi pelaksanaan program kerja ke depan.

Menurut Didik, audiensi tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat koordinasi antara pengurus dan anggota paguyuban dengan pemerintah daerah.

“Kedatangan kami untuk bersilaturahmi sekaligus mengajukan audiensi dengan Ibu Bupati Lumajang .Kami ingin memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026–2031 serta memohon arahan dan saran agar program-program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan program-program sebelumnya yang belum terlaksana secara optimal sekaligus menghadirkan kegiatan yang semakin bermanfaat bagi seluruh anggota.

Perkuat Kepedulian Sosial Antaranggota

Di tengah bertambahnya jumlah anggota, Wal Ashri tetap menempatkan kepedulian sosial sebagai salah satu program utama. Paguyuban memberikan santunan kepada anggota yang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Bantuan juga diberikan ketika anggota meninggal dunia, baik suami maupun istri anggota. Dana santunan tersebut dihimpun dari para anggota dan disalurkan kembali untuk membantu sesama anggota yang sedang mengalami musibah.

Didik menegaskan, meskipun nilai bantuan yang diberikan tidak besar, semangat saling membantu menjadi bagian penting dalam menjaga solidaritas di lingkungan paguyuban.

“Dana ini dihimpun dari anggota untuk anggota. Meskipun nilainya tidak seberapa, kami ingin tetap hadir ketika ada anggota yang sakit atau mengalami musibah,” katanya.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Wal Ashri untuk menjaga ikatan kekeluargaan di antara para pensiunan, sekaligus memastikan bahwa hubungan antaranggota tidak berhenti setelah mereka memasuki masa purna tugas.

Pengajian Rutin hingga Wisata Religi

Selain kegiatan sosial, Wal Ashri juga menyelenggarakan pengajian rutin sebanyak 12 kali dalam setahun. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para anggota untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kebersamaan melalui aktivitas keagamaan.

Paguyuban juga mengadakan kegiatan wisata dan penyegaran (*refreshing*) minimal enam bulan sekali. Tujuannya tidak terbatas pada objek wisata di Kabupaten Lumajang, tetapi juga menjangkau daerah lain.

Destinasi yang dikunjungi mencakup tempat-tempat bernuansa religi, seperti masjid, serta objek wisata alam. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan anggota secara bergiliran agar kebersamaan tetap terjaga.

Menurut Didik, kegiatan di luar agenda pengajian dan sosial tersebut penting untuk memberikan ruang interaksi yang lebih luas bagi anggota, terutama setelah tidak lagi aktif bekerja di instansi masing-masing.

Ajak Pensiunan Lintas Instansi Bergabung

Didik berharap jumlah anggota Wal Ashri terus bertambah dengan membuka kesempatan bagi para pensiunan dari berbagai latar belakang instansi.

Jika sebelumnya keanggotaan lebih banyak berasal dari aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun dari Pemerintah Kabupaten Malang, kini paguyuban mulai diikuti para pensiunan dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga kementerian dan instansi lainnya.

Ia berharap Bupati Lumajang turut membantu menyosialisasikan keberadaan Wal Ashri agar semakin banyak purna tugas yang bergabung.

“Kami berharap para pensiunan di luar sana juga bisa mengetahui keberadaan Wal Ashri dan ikut bergabung. Alhamdulillah, sekarang anggota kami tidak hanya dari pensiunan Pemkab Malang, tetapi juga dari BUMN, BUMD, dan kementerian lainnya,” ungkapnya.

Bagi Didik, perluasan keanggotaan bukan sekadar menambah jumlah peserta, melainkan juga memperluas jaringannya silaturahmi dan memperkuat dukungan antarpensiunan.

Ia menegaskan, harapan utama pengurus adalah menjaga seluruh anggota tetap kompak, rukun, dan aktif dalam kegiatan paguyuban.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Wal Ashri Kabupaten Lumajang diharapkan semakin solid dalam menjalankan program keagamaan, sosial, dan kebersamaan, sekaligus menjadi wadah yang terbuka bagi para pensiunan lintas instansi.( D.S )

Penulis