BeritaDaerahFotoHukum & KriminalKesehatanLingkunganMetropolitan

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup Mata

22
×

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup Mata

MEDAN, Kabarnusa24.com – Proyek Peningkatan Sistem Drainase Perkotaan di Jalan Garu II B menuju Sungai Denai ke arah Primer Sulang Saling, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, memicu gelombang protes keras dari masyarakat.

Pengerjaan infrastruktur penanganan banjir ini tidak hanya dinilai asal jadi, namun kini kondisinya telantar pasca-pengerjaan tanpa adanya penyelesaian akhir (finishing) yang memadai.

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup MataJebloknya kualitas proyek yang dikerjakan oleh CV. Global Gemilang ini diduga kuat akibat mandulnya fungsi pengawasan dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan. Pihak dinas dan kontraktor dinilai kompak “menghilang” dan lepas tangan dari tanggung jawab di lapangan.

Pengawasan Mandul, Transparansi Minim

Sejak awal berjalan, proyek senilai miliaran rupiah ini sudah memicu polemik akibat minimnya keterbukaan informasi. Papan proyek (Plank RAB) yang dipasang di lokasi dikritik tajam karena hanya mencantumkan nilai nominal anggaran secara gelondongan, tanpa memuat spesifikasi teknis (spek) serta volume pekerjaan yang jelas bagi publik.

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup Mata
(Plank RAB terpampang hanya sehari awal progres, Kabarnusa24.com. senin.28/09).

 

Ketiadaan pengawas dari Dinas SDABMBK Medan di lokasi disinyalir membuat pihak rekanan bekerja sesuka hati. Selain indikasi mutu beton yang dikerjakan asal-asalan, proyek ini juga kedapatan mengabaikan total standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta membiarkan para pekerja beraktivitas tanpa alat pelindung diri.

Kondisi pasca-pengerjaan saat ini justru memperparah keadaan. Setelah alat berat ditarik dari lokasi, sisa galian tanah, material batu, dan permukaan aspal yang kupak-kapik dibiarkan berserakan begitu saja tanpa dibersihkan kembali.

Jalan rusak berlubang menganga dan pembetonan yang tidak rata kini menjadi ancaman nyata yang rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Risiko tertinggi mengintai para pengendara sepeda motor dan sepeda yang melintas, terlebih saat malam hari atau ketika hujan turun akibat ketiadaan rambu peringatan atau lampu pengaman di area bekas proyek.

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup MataKetidakbecusan CV. Global Gemilang dalam mengelola proyek bernilai miliaran ini terlihat jelas dari amburadulnya manajemen keselamatan dan lingkungan, Sisa tanah galian dibiarkan berserakan di atas aspal jalan tanpa ada upaya pembersihan berkala. Akibatnya, saat cuaca panas, warga sekitar dan pengendara terus-menerus terpapar polusi debu yang mengancam kesehatan pernapasan.

Abaikan Standar Keselamatan Kerja (K3) & UU No. 1/1970: Lokasi proyek minim rambu pengaman, penutup lubang galian yang layak, dan penerangan. Hal ini menjadi ranjau darat yang sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua (speda motor).

Abaikan Keluhan Publik: Pihak pengembang seakan menutup mata dan telinga rapat-rapat terhadap jeritan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas pembangunan ini.

Jeritan Warga: “Kami Merasa Dibohongi Pengembang dan Pemko Medan!”

Dampak buruk proyek ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat yang aktivitas ekonominya lumpuh.

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup MataPak Suyatno, salah seorang warga Jalan Garu II B Ujung yang kawasannya paling terdampak parah, meluapkan kekecewaannya dengan sangat mendalam kepada awak media.

Proyek Drainase Jalan Garu II B Amburadul: Kontraktor Kerja Asal Jadi, Dinas SDABMBK Medan Dinilai Lalai dan Tutup Mata“Kami warga di sini merasa dibohongi mentah-mentah oleh kontraktor pelaksana CV. Global Gemilang dan juga Pemko Medan! Janjinya proyek Drainase yang di depan rumah kami selesai 1 minggu”.. (disaksikan Lurah dan Kepling, Jumat, (9/10/2026). “tapi nyatanya halaman serta jalan hingga kini masih dibiarkan begitu saja, keselamatan kami sama sekali diabaikan. Aktivitas sehari-hari kami terganggu total, warung sepi, anak-anak sesak napas karena debu, dan jalanan rusak parah tanpa rambu pengaman. Jangan korbankan keselamatan dan nyawa kami demi proyek asal jadi begini!” tegas Pak Suyatno dengan nada geram saat ditemui oleh awak media ini, Senin.(26/10/2026), Pukul. 17.25 Wib (sore).

Masyarakat Desak Sanksi Tegas dan Evaluasi Total

Warga setempat merasa dirugikan secara berlipat: masalah banjir belum tentu teratasi, namun keselamatan nyawa mereka kini setiap hari dipertaruhkan akibat jalan yang dibiarkan rusak pasca-proyek.

Masyarakat mendesak Wali Kota Medan dan Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan segera turun tangan melakukan evaluasi total. Pihak dinas dituntut memberikan sanksi tegas kepada CV. Global Gemilang dan memaksa mereka kembali ke lokasi untuk merapikan sisa pekerjaan serta melakukan pengaspalan ulang (re-instatement) jalan demi keselamatan publik.

Hingga berita ini dimuat, baik pihak kontraktor CV. Global Gemilang maupun perwakilan pengawas dari Dinas SDABMBK Kota Medan belum dapat dikonfirmasi terkait penelantaran dan buruknya kualitas pengerjaan proyek di Jalan Garu II B tersebut. (HR/Red)

Penulis