CIREBON, KABARNUSA24.COM
Banyak masyarakat yang baru mengetahui dokumen apa saja yang harus disiapkan saat datang langsung ke Kantor Pertanahan. Apabila berkas belum lengkap, mereka harus pulang kembali dan datang di waktu lain. Hal ini tentu menyita waktu dan tenaga, sehingga diperlukan solusi agar warga dapat mempersiapkan kebutuhan dokumen sejak awal.
Kini, solusi itu hadir melalui program ATR/BPN Dekat, sebuah layanan mobil keliling yang ditempatkan di pusat-pusat aktivitas masyarakat. Inisiatif ini memungkinkan warga memperoleh informasi lengkap mengenai prosedur dan persyaratan pengurusan pertanahan tanpa harus terlebih dahulu datang ke kantor.
Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Mukhlis, yang mengunjungi layanan ATR/BPN Dekat di kawasan Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon. “Hari Minggu ini saya kebetulan lagi jalan-jalan ternyata ada tenda ATR/BPN, akhirnya saya datangi ke sini untuk tanya-tanya. Memang saya ini baru AJB ingin meningkatkan sertipikat, jadi tahu nih apa-apa yang harus disiapkan sebelum kita mendatangi kantor ATR/BPN,” ungkapnya.
Setelah berkonsultasi dengan petugas, Mukhlis menjadi lebih jelas mengenai langkah yang harus diambil. “Terima kasih nih. Semoga jika sudah lengkap berkasnya nanti bisa cepat keluar sertipikatnya,” ucapnya dengan penuh harap.

Saat ini, layanan ATR/BPN Dekat telah tersedia di 45 Kantor Pertanahan yang tersebar di enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Kehadirannya diharapkan semakin mendekatkan akses informasi pertanahan ke masyarakat luas.
Lokasi dan jam operasional layanan ini bervariasi sesuai kebijakan masing-masing Kantah. Umumnya, mobil keliling ini hadir di tempat keramaian seperti pasar, kawasan car free day, maupun alun-alun kota. Warga yang ingin mengetahui jadwal lengkap dapat menghubungi Kantor Pertanahan di wilayahnya.
Berbagai kebutuhan informasi pertanahan dapat dilayani di sana, mulai dari konsultasi dan pengaduan, pengecekan status tanah, pendaftaran tanah pertama kali, perubahan data sertipikat, hingga layanan hak tanggungan dan roya. Semua ini dilakukan untuk memastikan warga memahami apa yang akan diurus sebelum datang ke kantor.
Kehadiran petugas di lokasi strategis ini diharapkan mampu meningkatkan literasi pertanahan masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai persyaratan dan prosedur, diharapkan proses pengurusan dokumen pertanahan di kantor nantinya dapat berjalan lebih lancar, cepat, dan efisien. (Rizky Tile)
