TANGERANG, KABARNUSA24.COM
Pungki Handoyo kini resmi dipercaya memegang tampuk pimpinan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang. Ia menggantikan Hasanin yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Gorontalo. Rotasi ini menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan keimigrasian di wilayah Tangerang yang strategis.
Peralihan jabatan ini membawa tanggung jawab yang cukup besar bagi pemimpin baru. Selain menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya penerbitan paspor, Pungki juga memiliki mandat penting untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian, terutama terkait keberadaan dan aktivitas warga negara asing di wilayah kerjanya.
Prosesi serah terima jabatan telah berlangsung pada Selasa (3/11/26), dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko bersama jajaran pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi momen resmi penyerahan tanggung jawab organisasi dari pejabat lama kepada pejabat baru.
Rotasi tersebut dilandasi oleh Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-447.SA.03.03 Tahun 2026. Peraturan ini mengatur pemberhentian dari jabatan manajerial dan nonmanajerial serta pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemenimipas, sebagai bagian dari dinamika pembinaan karier aparatur sipil negara.
Sebelum dipercaya memimpin Imigrasi Tangerang, Pungki Handoyo menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur. Pengalaman memimpin kantor imigrasi di wilayah yang padat dan dinamis tersebut diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengembangkan pelayanan dan memperkuat tata kelola organisasi di tempat tugas yang baru.
Sementara itu, Hasanin mengakhiri masa tugasnya di Tangerang setelah memimpin institusi tersebut selama periode tertentu. Ia kini melanjutkan pengabdiannya di wilayah Gorontalo dengan amanah yang berbeda namun sama pentingnya bagi institusi keimigrasian nasional.
Kedua pejabat kembali bertemu dalam acara pisah sambut yang digelar di Kantor Imigrasi Tangerang pada Sabtu (7/11/2026). Pertemuan ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus kesempatan untuk saling berbagi pandangan dalam melanjutkan pelaksanaan tugas institusi kepada masyarakat.
Dalam memulai kepemimpinannya, Pungki menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai salah satu prioritas utama. Ia memahami bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi dibangun melalui kemudahan, kecepatan, dan kepastian dalam setiap proses layanan yang diberikan.
Pelayanan paspor, menurut arah kebijakan yang disiapkan, akan terus dikembangkan agar semakin mudah diakses, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi setiap pemohon. Inovasi berbasis kebutuhan masyarakat akan terus didorong agar layanan keimigrasian tidak tertinggal dari harapan publik.
“Bagi kami, pelayanan keimigrasian harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan paspor yang semakin mudah, cepat, transparan, dan nyaman. Karena itu, evaluasi dan inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan Imigrasi Tangerang,” ujar Pungki.
Ia juga menekankan pentingnya membangun program kerja yang tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat yang dilayani. Setiap kebijakan harus berorientasi pada solusi atas kendala yang dihadapi warga.
“Semangat Imigrasi untuk Rakyat harus diterjemahkan melalui tindakan konkret. Setiap program yang kami jalankan harus memiliki tujuan yang jelas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain aspek layanan publik, pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing menjadi fokus strategis yang tidak kalah penting. Wilayah Tangerang yang merupakan kawasan industri dan bisnis menuntut pengawasan yang ketat, cermat, dan berbasis data yang akurat.
Pengawasan keimigrasian membutuhkan ketelitian, pertukaran informasi yang berkelanjutan, serta koordinasi yang solid dengan berbagai instansi terkait. Penanganan terhadap dugaan pelanggaran keimigrasian juga harus dilakukan secara profesional, berdasarkan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.
Pungki diharapkan dapat memanfaatkan jejaring kerja sama yang telah dibangun selama bertugas di Jakarta Timur untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya di wilayah Tangerang.
“Pelayanan yang baik harus berjalan seiring dengan pengawasan yang kuat dan konsisten. Kami akan berupaya membangun koordinasi yang lebih intensif dengan seluruh pihak terkait agar pelaksanaan tugas keimigrasian berjalan profesional, terukur, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Pungki Handoyo.
Keseimbangan kedua fungsi utama ini menjadi kunci keberhasilan kinerja ke depan. Imigrasi tidak hanya dituntut memudahkan masyarakat dalam memperoleh dokumen perjalanan, tetapi juga memastikan ketertiban keimigrasian dan keamanan wilayah tetap terjaga dengan baik.
Pergantian kepemimpinan dari Hasanin kepada Pungki merupakan dinamika organisasi yang wajar untuk menjaga kesinambungan sekaligus menghadirkan perspektif baru. Pengalaman Hasanin menjadi fondasi yang akan diteruskan dan dikembangkan oleh pejabat yang baru.
Keberhasilan kepemimpinan baru nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi dari peningkatan kualitas layanan, efektivitas pengawasan, profesionalitas aparatur, serta tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, Imigrasi Tangerang siap melangkah lebih maju. (Rizky Tile)