Bondowoso —Kabarnusa24.com
Suasana hangat terasa di kantor DPD Partai Golkar Bondowoso pada Sabtu (20/9). Ratusan kader dari berbagai kecamatan berkumpul dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI, sebuah forum yang bukan hanya ajang konsolidasi internal, tetapi juga momentum untuk menyusun arah perjalanan politik ke depan.
Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Kehadiran kepala daerah memberi makna tersendiri, mengingat hubungan antara pemerintah dan partai politik sering kali menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid menekankan arti musyawarah sebagai sarana memperkuat kebersamaan. “Esensi musyawarah bukan mencari siapa yang benar, melainkan menemukan jalan mufakat demi kepentingan masyarakat,” ujarnya, disambut tepuk tangan kader.
Lebih jauh, Bupati mengajak Partai Golkar untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyoroti perlunya sinergi dalam penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan generasi muda, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pembangunan Bondowoso membutuhkan dukungan dari semua elemen, termasuk partai politik.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Adi Krisna, menegaskan bahwa Musda XI menjadi ruang evaluasi perjalanan partai sekaligus merancang strategi untuk meningkatkan kinerja politik di masa depan. Ia menyoroti pentingnya kaderisasi yang kuat serta target peningkatan kursi legislatif sebagai bukti eksistensi partai di masyarakat.ungkapnya
Musda turut dihadiri Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i dan sejumlah tokoh penting. Jalannya forum berlangsung kondusif, mencerminkan kedewasaan politik di internal Golkar Bondowoso.
Bagi pengamat lokal, Musda XI tak hanya penting bagi Golkar, tetapi juga bagi peta politik Bondowoso secara keseluruhan. Kehadiran Bupati dianggap sinyal kuat bahwa sinergi antara eksekutif dan partai politik semakin diperlukan untuk mewujudkan program-program pembangunan.
Dengan demikian, Musda XI Golkar Bondowoso bukan sekadar forum rutin lima tahunan. Ia menjadi titik temu antara idealisme partai, komitmen kader, dan kebutuhan masyarakat. Harapannya, keputusan-keputusan yang dihasilkan benar-benar mampu membawa kontribusi nyata bagi pembangunan Bondowoso.
(Ilham Ilyas)







