Oleh : Sutriachol Haris, Lc
Kabarnusa24.com,- Tanah Air Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki Sumber Daya Alam yang besar lagi memiliki Sumber Daya Manusia yang besar pula, itulah Indonesia. Dimana Negara nomor ke empat terbesar secara kependudukan dunia setelah India,China, Amerika lalu Indonesia. Indonesia negara terbesar, terbanyak muslim nomor satu di Dunia. Itulah ketentuan Mutlak dari karya yang Maha Kuasa.
Firasat lahir bukan atas tuntunan logika dan ilmu pengetahuan biasa, firasat sumbernya adalah cahaya bimbingan Rabb atas getaran jiwa yang anugerahnya diberikan kepada mukmin yang sejatinya lagi sedang tak bermaksiat.
Karya berfirasat kejadian akan lintasan pikiran yang muncul lahir dari kedekatan kepada Rabb bukan sekadar dugaan biasa, walau setiap dugaan yang baik itu sendiri adalah merupakan hakikat ilmu.
Karya dan langkah serta gerak yang lahir atas nama firasat biasanya dimiliki semua mukmin namun ia silih berganti datang. Apakah firasat atau nafsu dan siasat, maka sangat tergantung kepada kedekatan jiwa itu sendiri kepada Rabb. Karena firasat orang beriman adalah merupakan karunia besar Allah. Lagi Ia datang setiap waktunya pada jiwa – jiwa yang berupaya terus menerus untuk menjaga bersihnya akan jiwa lahir bathin itu sendiri dalam ketekunan dan tuntunan ketaatan kepada Rabb.
Misalnya penulis ketika hadir di podcast Madilog pada Selasa,(19/8/25) mengungkapkan dan harapan akan Indisipliner Polri dengan ketentuan UU, apa yang kemudian setelah sepekan terjadi nyata dan fakta yakni demonstrasi rusuh bahkan yang bernama Affan kelindes habis oleh oknum polri.
Ketika Karya Penulis tentang “Presiden Wajib Perhatikan Serius Pondok Pesantren”. Selasa (16/9/25), di Kabarnusa24.com
Terjadi tepat dua pekan setelahnya kemudian Pesantren di Jawa Timur ambruk. Kadar takaran atas firasat dan ilmiah, Alhamdulillah buah karya yang tepat bukan soal kebetulan. Semua itu ketentuan yang Maha Karya Gusti Allah.
Program MBG Presiden, misalnya, yang tak sedikit dana lagi tak sedikit berujung pada tragedi. Mesti kalkulasi takaran maslahat dan madhorot, termasuk firasat ataukah siasat.
Setiap langkah dan karya serta program sejatinya haruslah berangkat dari hati yang benar apalagi membersamai dapat disertai dengan firasatnya. Apapun bukan atas karya atau sembarang langkah atas nama siasat apalagi nafsu belaka. Karena setiap langkah nafsu tentu dapat menghantarkan lagi menjerumuskan kepada kecanduan keburukan dan keracunan bahkan kematian tiada guna dimana lahir penyesalan.
Karya atas nama Bangsa dan Firasat Pemimpinnya sejatinya tak ada yang sia – sia karena semua tak ada yang perlu dikeluh kesah kan kepada rakyat. Nothing To Complain kecuali saja hanya kepada Allah semata tatkala dimana program mulia karya cintanya itu bertasbih untuk rakyat atas nama yang Maha Karya. Salam kalam satu pena terus menebar kebajikan.
(Red)







