Daerah

Sosialisasi Peran Pendidikan Pesantren Dalam Membangun Masyarakat Berkarakter 

8
×

Sosialisasi Peran Pendidikan Pesantren Dalam Membangun Masyarakat Berkarakter 

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Peran Pendidikan Pesantren Dalam Membangun Masyarakat Berkarakter 
oplus_1026

Sosialisasi Peran Pendidikan Pesantren Dalam Membangun Masyarakat Berkarakter

 

Lumajang,kabarnusa24.Com,Sabtu,25/10/2025Anggita DPRD Provinsi Jawa Timur Lailatul Qodriyah,S.S,,M.Pd mengungkapkan bahwa “Santri adalah simbol keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keluhuran moral. Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi, santri hadir sebagai generasi yang tidak hanya pandai berpikir logis dan ilmiah, tetapi juga berpegang teguh pada etika dan adab. Inilah keunggulan utama pendidikan pesantren yang menempatkan adab sebagai pondasi, dan ilmu sebagai alat kemajuan.

 

Integrasi antara adab dan ilmu menjadikan santri berbeda dari sekadar pelajar biasa. Santri tidak hanya mengejar pengetahuan untuk kepentingan pribadi, tetapi menempatkan ilmu sebagai jalan pengabdian kepada masyarakat dan Tuhan. Dalam tradisi pesantren, belajar bukan semata mencari gelar, melainkan proses pembentukan karakter—membiasakan rendah hati, disiplin, jujur, serta berempati terhadap sesama.

 

Di era digital saat ini, tantangan moral dan sosial semakin kompleks. Kemajuan ilmu tanpa adab dapat melahirkan generasi yang cerdas namun kehilangan arah nilai. Karena itu, paradigma pendidikan santri menawarkan keseimbangan yang ideal: membangun kompetensi akademik dan profesional dengan dilandasi moralitas dan spiritualitas.

 

Momentum Hari Santri Nasional 2025 hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual, melainkan juga dengan kecerdasan hati. Santri adalah potret nyata generasi Indonesia yang mampu mengintegrasikan adab dan ilmu, menghadirkan kesejukan di tengah perbedaan, dan menjadi teladan dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan universal.

 

Neng Laila menambahkan “Semangat dan dedikasi para santri di seluruh Indonesia dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. Santri tidak hanya menjadi penjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga pelopor perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai moral. Di tengah kemajuan teknologi dan dinamika global, santri tetap memegang teguh prinsip adab sebagai dasar dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Inilah yang membedakan santri: ilmu tidak hanya dikejar untuk prestise, tetapi diamalkan sebagai jalan menuju kemaslahatan umat.berkomitmen untuk terus melahirkan generasi santri yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Dengan sinergi antara dunia akademik dan nilai-nilai pesantren, kami percaya santri akan menjadi motor penggerak perubahan yang membawa keberkahan bagi bangsa dan agama.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin