Oleh: Sutriachol Haris, Lc
TANGGERANG,- Boleh jadi suatu partai yang pernah kita dukung di pileg atau pilpres dan atau di pilkada lalu mungkin mereka mengabaikan akan aspirasi bawah sekaligus lalai atas amanah, atau juga bisa jadi andai seolah semua K/L telah abai atas tampungan arus aspirasi bawah, namun ingat bahwa Allah dengan pemeliharaan-Nya terus akan selalu melindungi bangsa yang berdiri diatas Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Inilah sejatinya makna dari Kesaktian Pancasila.
Ketika diskusi tentang Pancasila menjadi diskursus bahan ÿang menganggap perselisihan dengan lawan diskusi sebagai “perang argumentasi” bukan untuk minimalnya “memahami” maka memilih sikap “diam” lebih baik daripada diskusi itu sendiri. Itulah yang sebenarnya hakikat makna dari Pancasila dan Kesaktiannya.
Tuhan mungkin boleh jadi tak menyukai akan suatu bangsa yang acap seringkali seolah mengeluh pemimpinnya kepada negara tetangga atas nasib kaum nya atau mengeluh dengan kepada yang laiinya maka sungguh yang demikian itu bukanlah karakteristik pemimpin yang kuat. Bukan upaya mendialogkan kepada ulama dengan dapat meminta segala sebaik arahan dan fatwanya yang dibarengi munajat kepada yang maha kuat. Itulah kira – kira hakikat kesaktian isi nilai dan norma Pancasila.
Pancasila dengan kesaktiannya dalam membangun dan memberi rasa kokoh untuk merefleksikan nilai, norma yang menjadi dasar dan pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ciri negara yang memiliki reputasi baik di dunia dimana negara dan pemimpinnya tidak memiliki “double standar” serta menjauhi langkah “Hipokrit”. Ini hakikatnya makna yang dalam pada ajaran Pancasila.
Suatu bangsa atau negara yang baik atas segalanya ketika negara atau bangsa dengan pemimpinnya tak berubah karakter sifatnya demi niat mulia satu langkah lurus sekalipun keadaan menjelma bahwa dunia telah beda dan berubah. Inlah jelmaan Pancasila dalam lahir batinnya.
Menjadi Negara Dermawan dan Pemimpinnya yang Bangsawan keduanya akan tetap pada sifat mulianya yakni Dermawan dan Bangsawan walaupun keadaan negaranya sangat miskin. Apalgi NKRI adalah negara kaya. Inilah arti dedikasi kesaktian Pancasila.
Kesaktian Pancasila adalah bukan sakti mandraguna dimana negaranya memiliki kekuatan luar biasa namun tangan – tangan jahil SDM nya melampaui batas dan menabrak kodrat peraturan Tuhan.
Pencasila menjadi Sakti ketika hadirnya negara berdasarkan hamparan luas akan perdamaian bagi semua berdiri diatas sumber suci, sabda nabi dan peraturan perundang – undangan negara yang berlaku al-hal atau modern.
Selamat Menjelang Hari Kesaktian Pancasila.
(Red)







