Berita

CKG Anak Usia Sekolah Resmi Diluncurkan, UPT Puskesmas Pakel Libatkan Berbagai Profesi Kesehatan dan Sasar 27 Sekolah hingga Akhir Oktober

16
×

CKG Anak Usia Sekolah Resmi Diluncurkan, UPT Puskesmas Pakel Libatkan Berbagai Profesi Kesehatan dan Sasar 27 Sekolah hingga Akhir Oktober

Sebarkan artikel ini
CKG Anak Usia Sekolah Resmi Diluncurkan, UPT Puskesmas Pakel Libatkan Berbagai Profesi Kesehatan dan Sasar 27 Sekolah hingga Akhir Oktober

Tulungagung, Kabarnusa24 – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah resmi diluncurkan pemerintah pada awal Agustus 2025. Program nasional ini menargetkan sekitar 53 juta siswa di seluruh Indonesia, termasuk anak-anak di wilayah kerja UPT Puskesmas Pakel, Kabupaten Tulungagung.

Puskesmas yang dipimpin oleh dr. Danang Andhika tersebut hingga akhir Oktober 2025 telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan di 27 dari total 29 sekolah yang berada di wilayah kerjanya.

“Sejauh ini kami telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada siswa-siswi mulai dari jenjang SD, MI, MTs, hingga SMA dengan total 27 dari 29 sekolah,” ujar dr. Danang.

Pelaksanaan program dilakukan di awal tahun ajaran baru agar hasilnya lebih optimal dan menjangkau anak-anak dalam kondisi sehat. Pemeriksaan dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah untuk efisiensi waktu dan tenaga.

Sebelum pelaksanaan, Koordinator Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja, Dwi Pujiyanti, mengirimkan surat resmi kepada pihak sekolah terkait jadwal pelaksanaan. Ia juga membentuk Tim CKG yang melibatkan berbagai profesi tenaga kesehatan guna memastikan pemeriksaan berjalan komprehensif dan menyeluruh.

“Tim kami terdiri dari beragam tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, tenaga laboratorium, nutrisionis, tenaga promosi kesehatan dan perilaku, dokter umum, serta dokter gigi. Semua berkolaborasi untuk memantau kesehatan siswa secara menyeluruh,” jelas Dwi.

Adapun aspek pemeriksaan yang dilakukan meliputi status gizi, kesehatan penglihatan dan pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jiwa, tekanan darah, kadar gula darah, serta skrining kesehatan lainnya.
Menurut dr. Danang, hasil sementara menunjukkan beberapa temuan kesehatan penting pada siswa, seperti masalah gigi, gangguan penglihatan, anemia, dan risiko diabetes.

“Kami tidak tinggal diam. Anak-anak yang ditemukan memiliki masalah kesehatan kami arahkan melalui pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program ini tidak terlepas dari dukungan lintas profesi tenaga kesehatan, serta kerjasama aktif pihak sekolah dan orang tua siswa.

“Besar harapan kami, setelah pelaksanaan CKG ini para siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari berbagai penyakit,” pungkas dr. Danang.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin