Daerah

Memperingati Hari Toleransi Internasional, Kanwil Kemenag Jabar Paparkan Artinya Pluralisme Dalam Dialog Kebangsaan 

13
×

Memperingati Hari Toleransi Internasional, Kanwil Kemenag Jabar Paparkan Artinya Pluralisme Dalam Dialog Kebangsaan 

Sebarkan artikel ini
Memperingati Hari Toleransi Internasional, Kanwil Kemenag Jabar Paparkan Artinya Pluralisme Dalam Dialog Kebangsaan 

Kabarnusa24.com- Kota Bandung Dialog kebangsaan bertajuk “Quo Vadis Implementasi Pluralisme di Kota HAM Bandung” digelar pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Sari Ater Kamboti Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan, kebinekaan, serta penguatan budaya toleransi di Kota Bandung sebagai kota yang berkomitmen pada nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

Acara dihadiri oleh sejumlah narasumber penting. Hadir sebagai keynote speaker Andri Gunawan, S.Ak., S.M, Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi PDI-P, yang menekankan pentingnya pluralisme sebagai fondasi harmoni sosial. Menurutnya, implementasi pluralisme perlu terus dikuatkan di tengah dinamika masyarakat urban yang semakin kompleks.

Keynote speaker berikutnya, Rafael Situmorang, S.H, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, memaparkan urgensi penguatan regulasi dan kebijakan daerah untuk mendukung ruang-ruang dialog lintas identitas di masyarakat. Ia menilai dialog kebangsaan seperti ini harus berkesinambungan agar nilai toleransi tidak hanya menjadi jargon, tetapi hadir dalam praktik sosial sehari-hari.

Turut hadir Sony Teguh Prasatya, S.Sos., M.Si, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, yang menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran strategis dalam memastikan iklim demokratis yang menjamin kebebasan beragama, berpendapat, dan berserikat sebagai bagian dari implementasi HAM.

Sementara itu, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, memaparkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan. Ia menekankan bahwa pluralisme bukan hanya soal keberagaman, tetapi bagaimana keberagaman itu dikelola secara bijak untuk kemaslahatan bersama.

Dengan terselenggaranya dialog kebangsaan ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dalam memperkuat pluralisme di Kota Bandung, sekaligus memperkuat predikat Bandung sebagai Kota HAM yang progresif, inklusif, dan menghargai perbedaan.

Implementasi Pluralisme di kota yang menjunjung tinggi HAM sebagaimana semangat piagam madinah dan nilai-nilai Pancasila ialah terwujudnya nilai-nilai: kemanusiaan; keadilan; dan kebebasan yang bersifat universal; saling bergantung; setara; dan non-diskriminatif dalam kehidupan sosial masyarakat.

Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan mengedepankan perwujudan 4 pilar nilai aswaja yaitu : Tasamuh, Ta’adul, Tawazun dan Tawasuth.

Dalam kontek beragama, semua agama memiliki prinsip mengajak kepada kebaikan.

Maka ketika ada masalah, termasuk soal konflik rumah ibadah, Tindakan paling tepat adalah dengan mengedepankan cara-cara yang baik, toleran tanpa ada kekerasan, karena Tuhan juga mencintai kebaikan.Ungkap KH.Dudu**fajar

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin