TAPTENG –Kabarnusa24.com) Beredar pemberitaan di sejumlah media online yang menyebutkan bahwa Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, sengaja menunda pengadaan mobil dinas baru bagi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah. Isu tersebut menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan.
Penjelasan terkait penundaan itu disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, saat menyerahkan sarana transportasi layanan kesehatan berupa mobil ambulan kepada para Kepala Puskesmas, di depan GOR Pandan, Jumat (14/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Masinton mengungkapkan bahwa dua unit mobil ambulans yang diserahkan merupakan hasil realokasi anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian kendaraan dinas baru bagi Bupati dan Wakil Bupati.
“Anggaran untuk pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati kami alihkan menjadi mobil ambulans. Karena kami memprioritaskan peningkatan layanan bagi masyarakat,” jelas Bupati Masinton Pasaribu.
Pimpinan DPRD Juga Tak Dapat Kendaraan Dinas Baru
Namun, faktanya, bukan hanya kendaraan dinas untuk Bupati dan Wakil Bupati yang ditunda pengadaannya. DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah juga telah menunda atau bahkan meniadakan pengadaan mobil dinas baru bagi tiga pimpinan DPRD Tapteng.
Bahkan salah seorang pimpinan DPRD hingga kini tidak memiliki mobil dinas yang layak digunakan sejak dilantik sebagai pimpinan dewan.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Joneri Sihite, saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Tapteng, Rabu (19/11/2025).
“Benar, hingga saat ini saya tidak pernah memakai mobil dinas. Mobil dinas yang diberikan kepada saya tidak bisa digunakan alias rusak,” ungkap Joneri, disaksikan sejumlah anggota DPRD Tapteng lainnya.
Desak Bupati Sampaikan Fakta Lengkap ke Publik
Joneri Sihite menegaskan, Bupati Tapteng seharusnya juga menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat bahwa penundaan pengadaan mobil dinas bukan hanya diterapkan pada Bupati dan Wakil Bupati, tetapi juga kepada tiga pimpinan DPRD.
“Pak Masinton juga harus sampaikan ke masyarakat bahwa selain mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati yang ditunda, pengadaan mobil dinas tiga pimpinan DPRD juga ditunda. Itu baru namanya ‘adil untuk semua’. Jangan hanya penundaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati saja yang digembar-gemborkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait pernyataan pimpinan DPRD tersebut,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







