DaerahKriminal

Diduga Ada Potongan Bantuan PIP, Wali Murid MA Al-Syarifiyah Bondan Resah: “Jangan Sampai Viral”

37
×

Diduga Ada Potongan Bantuan PIP, Wali Murid MA Al-Syarifiyah Bondan Resah: “Jangan Sampai Viral”

Sebarkan artikel ini
Diduga Ada Potongan Bantuan PIP, Wali Murid MA Al-Syarifiyah Bondan Resah: “Jangan Sampai Viral”

 

Indramayu.Kabarnusa24.com

Dugaan praktik pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bantuan dari PKB mencuat di MA Al-Syarifiyah Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu. Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa dana PIP yang seharusnya diterima siswa sebesar Rp1,7 juta, namun yang diberikan kepada siswa hanya Rp100 ribu pada tahap awal.kurang lebih total 90 siswa

Menurut pengakuan wali murid tersebut, pihak sekolah meminta agar persoalan ini tidak diviralkan. Sisanya sebesar Rp1,3 juta dijanjikan akan diberikan kemudian, sementara Rp500 ribu disebut sebagai potongan, tanpa kejelasan penggunaan dan dasar hukumnya.

“Kami dikasih Rp100 ribu saja dulu, sisanya katanya nanti dikasih. Ada potongan Rp500 ribu, tapi pesannya jangan sampai viral,” ungkap wali murid saat ditemui media.

Lebih lanjut, wali murid menyebut bahwa pertemuan orang tua dengan pihak sekolah telah digelar sebelumnya dan dihadiri oleh ibu siswa. Pertemuan terbaru hanya mengundang bapak siswa untuk rapat siswa yang diduga berkaitan dengan pembagian bantuan PIP.

Ketika media mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi, Kepala MA Al-Syarifiyah Bondan, Sopyan, disebut sedang sibuk menghadiri acara keluarga. Media kemudian diarahkan untuk menemui salah satu guru bernama Mul, yang disebut sebagai wakil para guru. Namun, saat dikonfirmasi mengenai dugaan pungutan bantuan PIP, Mul tidak dapat memberikan jawaban yang jelas dan akurat. Malah dilempar ke kepala sekolahnya.3/12/2

Media tetap menunggu klarifikasi resmi pihak sekolah guna memastikan transparansi pengelolaan dana bantuan PIP yang seharusnya diterima siswa secara utuh tanpa pemotongan.

Kasus ini menambah daftar keluhan orang tua dan masyarakat terkait dugaan pungutan serta pemotongan bantuan sosial pendidikan di tingkat sekolah. Orang tua berharap pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan agar penyaluran PIP kembali sesuai prosedur, transparan, dan tidak merugikan siswa.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin