Berita

ASDP Kerahkan KMP Jatra II Jemput Bantuan Logistik dari Teluk Bayur–Padang untuk Percepatan Pemulihan Bencana di Sumatera

8
×

ASDP Kerahkan KMP Jatra II Jemput Bantuan Logistik dari Teluk Bayur–Padang untuk Percepatan Pemulihan Bencana di Sumatera

Sebarkan artikel ini
ASDP Kerahkan KMP Jatra II Jemput Bantuan Logistik dari Teluk Bayur–Padang untuk Percepatan Pemulihan Bencana di Sumatera

SIBOLGA —Kabarnusa24.com) Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mulai menunjukkan langkah nyata. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Jatra II untuk menjemput bantuan logistik dari Pelabuhan Teluk Bayur–Padang, sebagai bentuk tanggung jawab BUMN dalam mendukung stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Sibolga pada Rabu, 3 Desember 2025, dan dijadwalkan kembali pada Kamis, 4 Desember 2025, membawa berbagai kebutuhan mendesak seperti sembako, makanan siap saji, alat kebersihan, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan tanggap darurat lainnya. Seluruh bantuan akan diprioritaskan untuk masyarakat yang masih kesulitan akses akibat kerusakan jalan dan jembatan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan tertulis yang diterima IndonesiaSatu.co.id, menyampaikan bahwa mobilisasi armada ini merupakan bagian dari mandat BUMN untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.

“Kami menyampaikan rasa prihatin yang sebesar-besarnya kepada para masyarakat yang terdampak. ASDP berkomitmen hadir memberikan dukungan terbaik, baik dari aspek operasional maupun material, guna membantu mempercepat proses pemulihan,” ujar Heru.

Menurut Heru, peran ASDP tidak sebatas menyediakan transportasi laut, namun juga memastikan bahwa seluruh jaringan operasional pelabuhan dan armada dikerahkan demi memperlancar jalur distribusi logistik kemanusiaan.

Sejak banjir bandang dan longsor melanda kawasan tersebut, sejumlah ruas jalan dilaporkan rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Jaringan logistik darat lumpuh sehingga pendistribusian bantuan ke desa-desa terdampak menjadi terhambat. Kondisi ini membuat kehadiran jalur laut menjadi solusi utama.

KMP Jatra II dipilih karena kapasitasnya yang besar dan daya angkut yang memungkinkan distribusi bantuan dalam jumlah signifikan dalam satu kali perjalanan. Armada ini sebelumnya juga sering ditugaskan dalam operasi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

Tidak hanya fokus pada bantuan darurat, ASDP menekankan bahwa mobilisasi ini juga bertujuan mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang turut lumpuh pascabencana. Banyak pelaku usaha mikro dan nelayan kehilangan peralatan, stok usaha, serta akses distribusi.

Dengan hadirnya bantuan lebih cepat, pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dapat segera memulai tahapan pemulihan jangka menengah, mulai dari rehabilitasi infrastruktur hingga pemulihan sentra ekonomi lokal.

Heru Widodo menyebut bahwa langkah ASDP dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI–Polri, Basarnas, BNPB, serta lembaga kemanusiaan yang terlibat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana berskala besar hanya mungkin dicapai melalui sinergi berbagai pihak.

“Kami siap menjalankan peran strategis dalam memastikan rantai pasok bantuan tetap berjalan. Situasi darurat seperti ini menuntut kerja bersama yang cepat, tepat, dan terukur,” tegasnya.

Sementara itu, laporan dari berbagai posko menunjukkan bahwa ribuan warga masih membutuhkan suplai bantuan tambahan. Beberapa wilayah mengalami isolasi akibat jembatan putus dan jalan amblas. Mobilisasi logistik melalui jalur laut menjadi tumpuan utama hingga akses darat benar–benar pulih.

Kehadiran KMP Jatra II diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan, penyaluran kebutuhan pokok, serta pemulihan roda ekonomi masyarakat yang terdampak langsung,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin