Berita

Pengamanan Ibadah Natal di GPdI PALI Berjalan Khidmat, Aman dan Terkendali

2
×

Pengamanan Ibadah Natal di GPdI PALI Berjalan Khidmat, Aman dan Terkendali

Sebarkan artikel ini
Pengamanan Ibadah Natal di GPdI PALI Berjalan Khidmat, Aman dan Terkendali

PALI – Sumatera Selatan,Kabarnusa24.com

Pelaksanaan Ibadah Perayaan Natal di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, pada Minggu (07/12/2025) berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan ini mendapat pengamanan ketat dari personel gabungan Polres PALI, Polsek Talang Ubi, serta Koramil 404/04 Talang Ubi guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.

Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres PALI Nomor: Sprin/834/XII/PAM.3/2025, dengan total 18 personel yang diturunkan, terdiri dari 4 personel Polres PALI, 14 personel Polsek Talang Ubi, serta 2 personel Koramil 404/04.

Ibadah perayaan Natal yang mengusung tema “Tuhan Satu-Satunya Pengharapanku” ini diikuti sekitar 200 jemaat. Seluruh rangkaian acara mulai dari pembukaan, pujian dan penyembahan, pembacaan firman, persembahan, hingga penyalaan lilin simbolis berjalan tertib dan penuh penghayatan. Firman Natal dibawakan oleh Pdt. Esra Saroinsong Ginting, S.Th.

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., yang memimpin langsung kegiatan pengamanan, menyampaikan bahwa seluruh personel telah melakukan sterilisasi gereja, penjagaan area ibadah, serta pengamanan lokasi parkir yang menampung 15 unit kendaraan roda empat dan 50 unit kendaraan roda dua milik jemaat.

> “Kami memastikan seluruh proses ibadah berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari potensi ancaman. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik di dalam gereja maupun di area parkir,” ujar AKP Ardiansyah.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga menyampaikan arahan dan pesan khusus dari Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., yang menegaskan komitmen Polres PALI dalam menjaga toleransi dan keamanan selama perayaan hari besar keagamaan.

> “Sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Polres PALI berkomitmen penuh menjaga keamanan setiap rangkaian kegiatan keagamaan. Natal bukan hanya momen keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan. Kami hadir untuk memastikan umat dapat beribadah dengan damai dan penuh sukacita,” tegas Kapolres melalui Kapolsek Talang Ubi.

BACA JUGA:  Apresiasi Pihak yang Sukseskan Sertipikasi Tanah Ulayat, Menteri AHY Berikan Penghargaan untuk World Bank, WRI, dan para Akademisi dalam Konferensi Internasional di Bandung Bandung - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi pihak-pihak yang berkontribusi mendukung serta memberi keadilan bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Apresiasi diberikan secara langsung kepada individu maupun pemerintah/lembaga/universitas dalam kegiatan International Meeting on Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries pada Rabu (05/09/2024) di The Trans Luxury Hotel, Bandung. “Capaian (pendaftaran tanah ulayat, red) ini merupakan hasil dari kolaborasi yang hebat antara lembaga pemerintah, masyarakat setempat, akademisi, dan mitra internasional. Kami juga telah bekerja sama erat dengan universitas untuk memastikan bahwa upaya kami didasarkan pada penelitian, berlandaskan pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip adat, dan responsif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat setempat,” jelas Menteri AHY. Dengan didukung penelitian dari universitas membantu memperkuat kebijakan terkait pendaftaran tanah ulayat. Terbukti, untuk capaian sertipikasi tanah ulayat sudah terdapat 24 Sertipikat Hak Pengelolaan (HPL) tanah ulayat yang mencakup hampir 850.000 hektare tanah di Sumatra Barat, Papua, Jawa Barat, Bali, dan Jambi. Tahun ini, Kementerian ATR/BPN telah menargetkan untuk menyertipikasi 10.000 hektare tanah di empat provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Salah satu pihak yang mendukung percepatan sertipikasi tersebut adalah Farida Patittingi, penerima penghargaan atas dedikasinya sebagai akademisi yang berkontribusi dalam pengembangan peraturan sekaligus mendukung serta memberikan pembelaan terhadap hak-hak Masyarakat Hukum Adat. “Kami melakukan riset, melakukan berbagai seminar yang mendukung Kementerian ATR/BPN dalam melakukan inventarisasi dan sertipikasi tanah ulayat, serta memberikan rekomendasi, sehingga terwujud satu kebijakan, dalam bentuk Peraturan Menteri,” terang Farida Patittingi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor III, Universitas Hasanuddin. Menurutnya, Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 14 Tahun 2024 patut diapresiasi. “Saya kira, ini adalah satu kebijakan pemerintah yang patut diapresiasi. Ini adalah bentuk political will pemerintah dalam merealisasikan kehendak konstitusi atau kehendak rakyat pada umumnya, dan secara khusus Masyarakat Hukum Adat dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak mereka,” pungkas Farida Patittingi. Selain Farida Patittingi, ada juga Wakil Rektor III Universitas Andalas, Kurnia Warman yang mendapat penghargaan sama atas dedikasi dalam menemukan aturan yang membela Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Sumatra Barat. Selain itu, terdapat 8 penerima penghargaan lain yang diberikan dalam kesempatan ini. Penerima tersebut antara lain World Resources Institute atas kerja sama dalam membantu penyusunan Buku Saku Pendaftaran Tanah Ulayat; Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Sumatra Utara atas keterlibatannya dalam pelaksanaan inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat; Bupati Tanah Datar sebagai tonggak sejarah Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Sumatra Barat; Wali Kota Sungai Penuh sebagai tonggak sejarah Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Jambi; dan Pj. Bupati Jayapura sebagai tonggak sejarah Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Papua. Adapun dalam Konferensi Internasional pertama di Indonesia yang membahas mengenai Pendaftaran Hak atas Tanah Ulayat ini, hadir ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara. Di antaranya perwakilan World Bank, World Resources Institute, perwakilan Lembaga Pertanahan Luar Negeri se-Asia Tenggara: perwakilan National Committee of Indigenous People (NCIP) Filipina, perwakilan Department of Agriculture Land Management (DALAM) Ministry of Agriculture and Forestry of Laos, perwakilan Office of the National Land Policy Board Thailand, perwakilan Department of Land Thailand; perwakilan Masyarakat Hukum Adat dari 9 provinsi di Indonesia; peserta dari Kementerian ATR/BPN; perwakilan dari kementerian terkait; para akademisi, organisasi mahasiswa, serta perwakilan beberapa universitas yang aktif dalam meneliti dan memperjuangkan masyarakat hukum adat di Indonesia. (GE/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id

 

AKBP Yunar juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menciptakan suasana kondusif di wilayah hukum Polres PALI.

> “Kolaborasi antara Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci terwujudnya keamanan. Terima kasih kepada panitia gereja dan jemaat yang telah bekerja sama menjaga ketertiban,” lanjutnya.

Ibadah selesai pada pukul 20.30 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Polres PALI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menciptakan suasana kondusif pada pelaksanaan ibadah tersebut.

Dengan terlaksananya pengamanan ini, Polres PALI menegaskan kembali komitmennya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten PALI, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin