TAPANULI TENGAH —Kabarnusa24.com) Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah sejak beberapa hari terakhir memaksa warga di Desa Aek Bottar menjalani perjalanan ekstrem demi menyelamatkan diri. Terputusnya akses jalan utama akibat material longsor dan luapan air membuat ratusan warga tidak memiliki pilihan selain menempuh jalur bukit dan menyeberangi sungai untuk mencapai pos pengungsian,8/12/2025)
Warga terpaksa berjalan kaki berjam-jam dengan kondisi medan licin dan curam. Sebagian membawa anak kecil, lansia, serta barang kebutuhan seadanya. Meski situasi penuh risiko, mereka tetap saling membantu agar seluruh warga bisa keluar dari wilayah yang terisolasi.
“Kami tidak bisa melalui jalan utama karena tertutup longsor. Satu-satunya jalan menuju lokasi pengungsian adalah melewati bukit dan menyeberangi sungai. Kami berharap ada bantuan cepat untuk membuka akses,” ujar salah satu warga Aek Bottar.

Perjalanan berat itu mencerminkan kondisi darurat yang dialami masyarakat di sejumlah desa terdampak bencana di Tapanuli Tengah. Tidak hanya akses terputus, aliran listrik dan komunikasi pun sempat terganggu, menyulitkan warga untuk meminta bantuan pada saat-saat awal bencana.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD kini terus berupaya mengevakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik ke wilayah yang masih sulit dijangkau. Upaya pembukaan akses jalan juga sedang dilakukan agar distribusi bantuan dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Masyarakat berharap penanganan darurat dapat dipercepat mengingat kondisi pengungsi masih membutuhkan suplai makanan, obat-obatan, air bersih, serta fasilitas kesehatan. Hingga saat ini, pos pengungsian terus dipadati warga yang mengungsi dari daerah-daerah rawan longsor,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







