Tapanuli Tengah —Kabarnusa24.com) Bencana longsor dan banjir yang melanda Desa Bair telah menjadikan kawasan tersebut nyaris rata dengan tanah. Puluhan warga masih diduga tertimbun material tanah dan kayu, sementara keluarga korban terus berupaya melakukan pencarian secara mandiri. Hingga hari ini, masyarakat mengeluhkan belum adanya bantuan alat berat dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.Rabu,10/12/25)
Sejumlah warga menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya respons pemerintah. Seorang warga berinisial PKN menilai penanganan bencana kali ini sangat jauh dari harapan.
“Kami tidak tahu bagaimana cara kerja pemimpin sekarang. Sudah beberapa hari warga tertimbun, tapi alat berat belum juga datang. Padahal waktu kampanye, mereka begitu giat menjanjikan perubahan.”

Keterbatasan peralatan membuat warga terpaksa menggali reruntuhan menggunakan cangkul dan alat seadanya. Kondisi ini dinilai tidak manusiawi, mengingat sebagian lokasi tertimbun material tanah setinggi beberapa meter.
Warga lainnya, berinisial WL, mempertanyakan transparansi penggunaan donasi yang diberitakan banyak mengalir ke Tapanuli Tengah.
“Di media kita lihat banyak bantuan dan sumbangan masuk. Tapi mengapa untuk menyewa alat berat saja tampak begitu sulit? Jangan sampai rakyat kecil dibiarkan berjuang sendiri sementara bantuan tidak jelas arahnya.”
Masyarakat juga menyoroti absennya kehadiran nyata pemerintah di tengah situasi kritis ini. Mereka menilai perhatian pemerintah lebih sering terlihat di media sosial daripada turun langsung ke lokasi bencana.
“Kalau tampil di Facebook rajin. Tapi ketika warga membutuhkan pertolongan untuk mencari keluarga yang tertimbun, responnya lambat. Ini bukan soal pencitraan, ini soal nyawa,” keluh seorang warga lainnya.
Hingga rilis ini diterbitkan, warga Desa Bair masih menunggu tindakan cepat pemerintah, khususnya pengiriman alat berat, untuk mempercepat proses pencarian korban dan pembersihan material longsor,tutupnya.
(Hasanuddingulo)







