Berita

Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

33
×

Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

Sebarkan artikel ini
Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

BARUS –Kabarnusa24.com) Kondisi lingkungan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Barus, Kecamatan Barus, Kelurahan Padang Masiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, hingga kini masih memprihatinkan pascabencana banjir dan lumpur yang melanda wilayah tersebut.

Hingga Jumat (23/1/2026), sejumlah fasilitas sekolah dilaporkan belum pulih. Lumpur sisa bencana masih terlihat di beberapa ruang kelas dan akses jalan menuju sekolah, sehingga menghambat aktivitas pembersihan dan proses belajar mengajar.Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

Penjaga sekolah MAN 1 Barus, Riman Marbun, meminta kepada Bupati Tapanuli Tengah agar segera menunjukkan respons cepat dan langkah nyata dalam pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Menurut Riman, beberapa ruang kelas masih dipenuhi lumpur yang sebagian telah mengering dan menempel di lantai, dinding, serta sudut-sudut ruangan. Kondisi tersebut menyulitkan proses pembersihan karena membutuhkan peralatan khusus dan tenaga tambahan.Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

“Kondisi sekolah masih sangat parah. Lumpur masih ada di dalam ruangan kelas, sebagian sudah kering dan belum bisa dibersihkan secara menyeluruh,” ujar Riman Marbun kepada wartawan.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana dan tenaga membuat pihak sekolah belum mampu melakukan pembersihan secara maksimal, sehingga diperlukan campur tangan langsung dari pemerintah daerah.

Selain ruang kelas, akses menuju sekolah juga mengalami kerusakan cukup parah. Jalan setapak sepanjang kurang lebih 200 meter yang menjadi jalur utama menuju MAN 1 Barus tertimbun bebatuan dan lumpur yang telah mengeras.Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

Keluhan serupa disampaikan Munir Tumanggor, warga Kelurahan Padang Masiang. Ia menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan, khususnya bagi para pelajar yang melintas setiap hari.

“Jalan setapak menuju sekolah tertimbun batu dan lumpur kering. Kalau tidak segera diperbaiki, sangat berbahaya bagi anak-anak sekolah,” kata Munir.

Munir berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera melakukan pembersihan dan perbaikan jalan setapak agar akses menuju sekolah kembali aman dan layak digunakan.
Kondisi sebenarnya di lapangan dinilai tidak sejalan dengan pernyataan Camat Barus, Sanggam Panggabean, yang sebelumnya mengklaim bahwa penanganan jalan dan pemulihan pascabencana telah rampung sekitar 90 persen.Klaim Penanganan 90 Persen Dipertanyakan, Warga Nilai Camat Barus ABS Picu Kemarahan

Pernyataan tersebut justru memicu kemarahan warga. Sejumlah masyarakat menilai laporan yang disampaikan camat terkesan ABS (asal bapak senang) karena dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Yang dilaporkan seolah-olah sudah selesai, padahal kenyataannya masih jauh. Ini membuat warga kecewa dan merasa tidak didengar,” ungkap salah seorang warga setempat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tingkat pemulihan fasilitas sekolah dan akses jalan diperkirakan masih jauh dari klaim tersebut dan dinilai belum mencapai 50 persen.

Masyarakat dan pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung ke lapangan, melakukan evaluasi, serta mengambil langkah konkret agar lingkungan MAN 1 Barus beserta akses jalannya dapat segera pulih dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal,tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin