DaerahKesehatan

Mobil Logistik MBG Diduga Dipakai Buang Limbah, Mitra Akui Berbeda dengan Keterangan Karyawan

17
×

Mobil Logistik MBG Diduga Dipakai Buang Limbah, Mitra Akui Berbeda dengan Keterangan Karyawan

Sebarkan artikel ini
Mobil Logistik MBG Diduga Dipakai Buang Limbah, Mitra Akui Berbeda dengan Keterangan Karyawan

 

Indramayu, Kabarnusa24.com

Temuan dugaan penyalahgunaan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kecamatan Kertasmaya. Sebuah mobil box yang seharusnya digunakan untuk distribusi logistik makanan, diduga juga dipakai untuk membuang sampah atau limbah dari kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Anton, selaku mitra MBG, membenarkan bahwa mobil box jenis “grandong” tersebut digunakan khusus untuk mengangkut dan membuang sampah. Ia juga mengakui bahwa pembuangan limbah dilakukan di tanggul Sungai Cimanuk.

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan pernyataan salah satu karyawan SPPG yang menyebutkan bahwa mobil box tersebut memang diperuntukkan untuk distribusi logistik makanan, khususnya untuk menjangkau jalur sempit agar distribusi tetap lancar.

Perbedaan pernyataan ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian prosedur operasional, bahkan berpotensi melanggar standar kesehatan. Penggunaan kendaraan logistik makanan yang dicampur dengan aktivitas pembuangan sampah dinilai berisiko terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Selain itu, hingga saat ini Kepala SPPG Desa Tenajar Kidul, Kecamatan Kertasmaya, belum memberikan klarifikasi maupun tindakan terkait temuan tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Sri Anugraeni Supardi, SKM., M.KM, diharapkan segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan, khususnya terkait potensi kontaminasi bakteri pada makanan yang didistribusikan.

Dugaan lain yang turut mencuat adalah belum terpenuhinya standar kelayakan operasional SPPG, seperti sertifikasi ISO, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sertifikat penjamah makanan. Ketidaklengkapan dokumen tersebut dinilai memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keamanan dan kesehatan pangan dalam program MBG di wilayah tersebut.

Masyarakat mendesak adanya investigasi menyeluruh dan tindakan tegas dari pihak terkait guna memastikan program MBG berjalan sesuai standar serta tidak membahayakan kesehatan penerima manfaat.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin