Peringatan Hari Buruh di Lumajang Digelar Outdoor, Dorong Pariwisata dan Soroti Isu Ketenagakerjaan
Lumajang ,kabarnusa24.Com.Rabu,23/4/2026— Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Lumajang tahun ini direncanakan berlangsung dengan konsep kegiatan luar ruang (outdoor) di kawasan Poncokusumo. Pilihan ini diambil sebagai langkah antisipatif sekaligus strategi untuk menjaga kondusivitas, di tengah kekhawatiran adanya potensi “tunggangan” dalam aksi orasi terbuka.Awak media kabarnusa bertandang langsung ke kantor Disnakertrans ,Jalan Veteran, kabupaten Lumajang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang, Subhan, menjelaskan bahwa kegiatan outdoor dinilai lebih produktif dan memberikan dampak positif bagi daerah. Selain sebagai bentuk peringatan Hari Buruh, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata lokal.
“Jika dilakukan di ruang terbuka seperti di Poncokusumo, tidak hanya memperingati Hari Buruh, tetapi juga memberi dampak ekonomi, khususnya bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Meski demikian, Subhan tidak menampik bahwa peringatan Hari Buruh tetap menjadi momentum penting untuk menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Ia menyoroti masih adanya regulasi yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada buruh.
Selain itu, Disnaker mencatat sebanyak 97 perusahaan telah melaporkan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja. Namun, masih terdapat tiga perusahaan yang belum menyampaikan laporan tersebut.
“Ini menjadi perhatian kami. Kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban THR adalah hal mendasar dalam perlindungan hak pekerja,” kata Subhan.
Isu lain yang turut mencuat adalah terkait Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Lumajang yang dinilai masih berada di bawah standar jika dibandingkan dengan daerah lain. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemampuan ekonomi daerah dan struktur industri yang ada.
Di sisi lain, fenomena banyaknya warga Lumajang yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) juga menjadi sorotan. Tidak sedikit di antaranya yang berangkat melalui jalur tidak resmi atau ilegal, yang berisiko terhadap perlindungan hukum dan keselamatan mereka.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Edukasi dan pengawasan harus terus diperkuat agar masyarakat tidak tergiur jalur instan yang berbahaya,” tegasnya.
Peringatan Hari Buruh di Lumajang tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari regulasi, kesejahteraan buruh, hingga perlindungan pekerja migran.
Dengan pendekatan yang lebih konstruktif, pemerintah daerah berharap peringatan Hari Buruh dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(D.S)







