Berita

Rakyat Tertindas, Oknum Diduga “Jual Nama Bupati” Berkeliaran — Pegawai PDAM di Tapanuli Tengah Disebut 5 Bulan Tidak Digaji

24
×

Rakyat Tertindas, Oknum Diduga “Jual Nama Bupati” Berkeliaran — Pegawai PDAM di Tapanuli Tengah Disebut 5 Bulan Tidak Digaji

Sebarkan artikel ini
Rakyat Tertindas, Oknum Diduga “Jual Nama Bupati” Berkeliaran — Pegawai PDAM di Tapanuli Tengah Disebut 5 Bulan Tidak Digaji

Kabupaten Tapanuli Tengah-Kabarnusa24. Com) kembali diguncang kemarahan publik. Viralnya unggahan akun Facebook milik Raju Firmanda Hutagalung tentang dugaan pegawai PDAM yang bekerja hingga lima bulan tanpa menerima gaji menjadi ledakan kemarahan masyarakat terhadap kondisi birokrasi yang dinilai semakin kacau dan tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Sejak kepemimpinan Masinton Pasaribu, masyarakat menilai semakin banyak oknum berkeliaran membawa-bawa nama kekuasaan demi kepentingan pribadi. Mulai dari tingkat desa, sekolah hingga sejumlah instansi pemerintahan, muncul dugaan adanya kelompok tertentu yang mengaku sebagai “orang bupati” untuk mengatur proyek, mencari keuntungan, menekan bawahan, hingga bermain pengaruh demi kepentingan mereka sendiri.

Yang membuat publik semakin geram, di tengah dugaan rakyat kecil diperas tenaganya tanpa digaji, justru ada pihak-pihak tertentu yang diduga sibuk menikmati kekuasaan, bermain proyek, dan menjadikan jabatan sebagai ladang mencari makan. Kondisi ini dinilai sangat memalukan dan mencederai hati masyarakat yang sedang susah ekonomi.

Video dan unggahan yang viral sejak Senin, 11 Mei 2026 itu menjadi tamparan keras bagi wajah pemerintahan daerah. Publik mempertanyakan bagaimana mungkin seorang pekerja bisa dipaksa bertahan hidup selama lima bulan tanpa menerima haknya. Banyak warga menyebut kondisi seperti ini bukan lagi sekadar kelalaian administrasi, melainkan sudah menyerupai bentuk penindasan terhadap rakyat kecil.

“Kalau benar pegawai kerja lima bulan tidak digaji, itu sudah keterlaluan dan tidak manusiawi. Mereka bukan budak. Mereka punya keluarga yang harus makan setiap hari,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang ikut menyoroti persoalan tersebut.

Kemarahan warga juga tertuju pada dugaan maraknya oknum yang selama ini paling keras berbicara di media sosial, namun justru diduga ikut menikmati permainan kekuasaan di belakang layar. Publik mulai mempertanyakan siapa sebenarnya yang pantas disebut perusak daerah ketika rakyat kecil justru terus menjadi korban.

Nama Masinton Pasaribu kini ikut terseret dalam sorotan publik. Masyarakat meminta agar nama kepala daerah jangan dijadikan tameng oleh oknum-oknum rakus yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat. Warga menilai jika praktik seperti ini terus dibiarkan, maka wibawa pemerintahan akan hancur di mata masyarakat.

Publik mendesak agar dugaan tunggakan gaji pegawai PDAM segera dibayar tanpa alasan apa pun. Sebab menahan hak pekerja berbulan-bulan di tengah kondisi ekonomi sulit dianggap sebagai tindakan yang sangat kejam terhadap rakyat kecil yang hanya menggantungkan hidup dari gaji bulanan.

Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah turun tangan membersihkan dugaan mafia kekuasaan yang selama ini disebut-sebut menjual nama pejabat untuk proyek, jabatan, dan kepentingan pribadi. Warga menilai praktik seperti ini tidak boleh terus dipelihara karena hanya akan melahirkan ketakutan, kesewenang-wenangan, dan penderitaan bagi masyarakat bawah.

Kini rakyat Tapanuli Tengah menunggu keberanian pemerintah membuktikan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Sebab jika pegawai dibiarkan bekerja tanpa gaji sementara oknum tertentu hidup nyaman di sekitar kekuasaan, maka rakyat akan menilai ada yang sedang sakit dalam tubuh pemerintahan daerah itu sendiri, tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin