Berita

Diduga Berlindung di Balik Kekuasaan, Warga Desak Oknum Lurah Budi Luhur Dicopot

85
×

Diduga Berlindung di Balik Kekuasaan, Warga Desak Oknum Lurah Budi Luhur Dicopot

Sebarkan artikel ini
Diduga Berlindung di Balik Kekuasaan, Warga Desak Oknum Lurah Budi Luhur Dicopot

TAPTENG –Kabarnusa24.com)Kemarahan masyarakat Kelurahan Budi Luhur, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, semakin memuncak. Warga secara terbuka mendesak agar oknum Lurah Budi Luhur segera dicopot dari jabatannya karena dinilai arogan, semena-mena, dan tidak mampu membawa perubahan bagi masyarakat.

 

Pada Jumat, 15 Mei 2026, perwakilan masyarakat yang identitasnya disamarkan dengan inisial CS dan AL menyampaikan bahwa mereka terpaksa meminta nama lengkap tidak dipublikasikan karena khawatir mendapat intimidasi dari oknum lurah maupun pihak tertentu yang diduga membekingi jabatan lurah tersebut.

 

“Kami takut mendapat tekanan dan intimidasi. Karena itu kami meminta identitas kami diinisialkan,” ujar CS kepada awak media.

 

Warga juga menduga kuat oknum lurah tersebut meminta perlindungan kepada pejabat daerah agar tetap dipertahankan menjabat di Kelurahan Budi Luhur meskipun berbagai keluhan masyarakat terus bermunculan dan menjadi pembicaraan di tengah warga.

 

Menurut masyarakat, selama kepemimpinan lurah saat ini, tidak ada perubahan berarti di Kelurahan Budi Luhur. Bahkan warga menilai pelayanan semakin buruk dan masyarakat kerap diperlakukan dengan sikap angkuh serta arogan.

 

“Kelurahan ini seperti tidak punya pemimpin yang benar-benar peduli kepada rakyat. Yang ada hanya kesombongan dan sikap semena-mena terhadap masyarakat kecil,” ungkap AL dengan nada kecewa.

 

Masyarakat secara tegas meminta Bupati Tapanuli Tengah,Mas Inton Pasaribu, agar tidak tutup mata terhadap keluhan warga dan segera mengambil langkah tegas dengan mencopot oknum lurah tersebut dari jabatannya.

 

Warga menilai apabila oknum lurah itu masih tetap dipertahankan, maka muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melindungi dan membekingi jabatan lurah tersebut.

 

“Kalau masih dipertahankan juga, masyarakat tentu bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Jangan sampai rakyat menilai pemerintah lebih melindungi pejabat bermasalah daripada mendengar jeritan masyarakat,” tegas warga.

 

Tak hanya itu, masyarakat juga mengancam akan melayangkan surat resmi ke Gubernur Sumatera Utara hingga pemerintah pusat apabila aspirasi mereka terus diabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

 

Warga menegaskan bahwa desakan pencopotan lurah bukan dilandasi kepentingan pribadi, melainkan karena sudah terlalu banyak keresahan yang dirasakan masyarakat selama kepemimpinan lurah tersebut.

 

“Kami hanya ingin Kelurahan Budi Luhur dipimpin orang yang mampu mengayomi masyarakat, bukan pemimpin yang membuat warga takut dan kecewa,” tutup warga.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kelurahan Budi Luhur maupun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan keras masyarakat tersebut, tutupnya.

(Hasanuddingulo)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin